Petugas Bongkar Sarang Ular Raksasa Pemakan Manusia di Pemukiman Padat di Jagakarsa Jakarta Selatan

Sarang Ular Raksasa Pemakan Manusia di Tengah Pemukiman Padat Jagakarsa Jakarta Selatan Dibongkar

Petugas Bongkar Sarang Ular Raksasa Pemakan Manusia di Pemukiman Padat di Jagakarsa Jakarta Selatan
humasjakfire
Sarang ular dibongkar di Jagakarsa Jakarta selatan 

Ular ini memanfaatkan radar yang dimilikinya secara alami untuk dapat mengenali panas tubuh mangsanya.

Cara seperti ini membuat ular sanca jarang memangsa bangkai atau hewan yang sudah mati terlalu lama.

Hal itu Karena bangkai atau hewan yang mati tidak lagi mengeluarkan panas tubuh yang bisa dideteksi radar alami ular sanca.

Setelah ular sanca mendeteksi mangsa, maka mangsa tersebut langsung dililit kuat.

Ular sanca sepanjang 2,5 meter ditangkap setelah mendekam di atap plafon rumah.
Ular sanca sepanjang 2,5 meter ditangkap setelah mendekam di atap plafon rumah. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Biasanya, ini akan membuat tulang-tulang mangsa menjadi remuk dan lemah ketika dililit piton.

Ular ini akan menunggu beberapa lama setelah mangsa lemah dan tak berdaya untuk kemudian ditelan bulat-bulat.

Waktu yang dibutuhkan ular piton untuk melemahkan mangsanya berbeda-beda tergantung ukuran piton itu sendiri dan ukuran mangsanya.

Makin besar ukuran tubuh mangsa, makin susah untuk dilumpuhkan. Bahkan terkadang ada mangsa yang udah diserang bisa lolos lagi.

Persebaran Ular Sanca

Ular Sanca di seluruh dunia berjumlah 13 jenis.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved