Pajak Bagi E-Commerce, Pengamat Pajak: Risiko Disalahpahami Jadi Beban Pelaku E-Commerce

Yustinus Prastowo menilai peraturan ini mengandung risiko disalahpahami sebagai beban untuk pelaku e-commerce.

Pajak Bagi E-Commerce, Pengamat Pajak: Risiko Disalahpahami Jadi Beban Pelaku E-Commerce
istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pemerintah menerbitkan peraturan baru yang mewajibkan pelaku e-commerce melaporkan rekap transaksi ke kantor pajak. Hal ini dikhawatirkan disalah pahami pelaku usaha di sektor online.

Pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, menilai, peraturan ini mengandung risiko disalahpahami sebagai beban untuk pelaku e-commerce.

"Harus diakui selama ini pelaku e-commerce ada yang beranggapan seolah berdagang online itu tida kena pajak," kata Yustinus, Jumat (11/1/2019).

Namun, kalau kewajiban tersebut diterapkan secara menyeluruh dan didukung sistem yang mudah, serta sosialisasi yang baik, pelaku dipastikan mau patuh.

"Harus dijelaskan dengan baik dan terang, bahwa ada perbedaan kewajiban mendaftar, membayar dan melapor," kata Yustinus.

Pasalnya dalam peraturan yang dimuat di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 210/PMK.010/2018 pelaku usaha wajib melaporkan rekap transaksi mulai dari jenis barang hingga data pembeli dan perusahaan logistik, hingga omzet.

Untuk itu, Yustinus mewanti-wanti perlunya kesiapan dari platform. Sebab mereka wajib melaporkan rekapitulasi transaksi.

"Kalau memang mereka support, bagus untuk pengawasan omzet. Tapi harus diatisipasi jangan sampai mereka lari," kata Yustinus.

Peraturan Perpajakan Bagi Pelaku E-Commerce, Akan Berlaku 1 April 2019

UMKM Tangerang Bertransformasi Menjadi E-Commerce yang Mendunia

Sandiaga Uno Wacanakan Hapus Pajak UMKM Digital, Begini Tanggapan Pengamat

Kontan.co.id/Benedicta Prima
Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Pengamat khawatirkan beleid baru e-commerce disalahpahami pelaku usaha

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved