Pilpres 2019

Ini Alasan KPU Tolak Berkas Visi Misi Prabowo-Sandi Diubah

KPU menolak pengajuan perubahan visi dan misi pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ini Alasan KPU Tolak Berkas Visi Misi Prabowo-Sandi Diubah
dok. google
Gedung KPU Pusat, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menolak pengajuan perubahan visi dan misi pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Penolakan itu lantaran visi misi paslon pilpres termasuk dalam bagian dokumen yang tak terpisahkan pada proses pendaftaran capres-cawapres.

"Tentu saja menjadi tidak diperbolehkan. Dasarnya mengapa tidak boleh adalah, dokumen program visi misi itu kan bagian tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Pelempar Molotov ke Rumah Wakil Ketua KPK di Kalibata Dua Orang Bermotor Berhelm Full Face

Namun, Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan, visi misi yang tidak bisa diubah sama sekali ialah dokumen fisiknya. Dengan kata lain, KPU memperbolehkan capres-cawapres mengubah visi-misi mereka dalam bentuk gagasan, namun tidak dengan dokumen yang sudah diterima KPU sedari awal pendaftaran.

KPU tetap akan menggunakan visi misi paslon 02 yang telah diterima secara resmi sejak awal.

"Dalam bentuk komunikasi politik dalam tata ilmu, gagasan-gagasan, ide-ide baru itu ya dipersilakan dikomunikasikan kepada masyarakat, karena itu hak pasangan calon," jelasnya.

Kota Bekasi Butuh 50 Unit Bus Sekolah

Atas hal itu, surat penyerahan revisi visi misi yang diterima secara resmi oleh KPU pada 9 Januari kemarin, pihak KPU juga telah menyampaikan surat balasannya ke kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, dengan menjelaskan bahwa dokumen visi misi hanya diterima ketika tahap penyerahan berkas pencalonan, yang mana tahapan tersebut telah selesai.

Selain itu, KPU juga sudah mempublikasikan lewat website resminya yang mencantumkan visi misi masing-masing paslon, juga alat peraga sosialisasi kepada masyarakat luas.

"Itu kan bagian yang tak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Tahapan pencalonan capres-cawapres itu kan sudah berlalu, dan dokumen terdahulu itu sudah kita publikasikan melalui website KPU, juga alat praga sosialisasi yang lain kepada masyarakat luas untuk diketahui," terang Komisioner KPU lainnya, Wahyu Setiawan.

Aparat KPK Gadungan Bergentayangan, Ini Nomor Telepon dan Modus yang Mereka Gunakan

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan koalisinya melakukan revisi terhadap visi misi paslonnya.

Katanya, visi misi paslon yang direvisi, sudah dilaporkan kepada KPU. Dia menjelaskan, setelah mengalami revisi, jumlah halaman bertambah banyak menjadi 45 halaman.

Dahnil Anzar Simanjuntak juga menjelaskan, bertambahnya halaman tersebut lantaran adanya penyuntingan tata bahasa lebih sederhana, supaya mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Jokowi: PDIP Bersyukur Memiliki Megawati

"Benar kemarin (diserahkan). Kalau tidak salah oleh Pak Sudirman. Pertama, ada editing dalam tata bahasa supaya mudah ditangkap masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan di aksi, di program, supaya lebih detail, supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret. Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, supaya ada nilai estetikanya. Jadi kita dorong estetika dan konten," beber Dahnil Anzar Simanjuntak.

Di samping itu, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, apa saja yang menjadi poin krusial pada revisi visi misi paslon 02 ini, berorientasi pada ekonomi bencanaan. Menurutnya, ada aksi yang lebih konkret dalam revisi tersebut.

"Misalnya ya yang krusial itu kita berorientasi pada ekonomi kebencanaan. Ini ada aksi yang lebih konkret, misal Pak Prabowo dan Bang Sandi akan mendorong membentuk Kementerian Penanggulangan dan Mitigasi Bencana. Jadi dikonkretkan gitu," terangnya. (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved