Guru SMP Pencipta Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Mengaku Pendukung Capres Nomor 02

Tersangka yang bekerja sebagai guru SMP, sempat menghapus postingannya dari akun Twitter miliknya, setelah informasi tersebut viral.

Guru SMP Pencipta Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Mengaku Pendukung Capres Nomor 02
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
MIK (38) guru SMP tersangka kreator atau pembuat dan penyebar konten 7 kontainer surat suara tercoblos yang dibekuk Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, diketahui merupakan pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02. 

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak terjadi fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar," tulisnya.

Aktor intelektual

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan sangat kuat dugaan adanya aktor intelektual dibalik pembuatan dan penyebaran hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos yang diinisiasi Bagus Bawana Putra (51), warga Bekasi, Jawa Barat.

"Sudah teridentifikasi aktor intelektualnya dibalik sang creator. Namun masih diperlukan pembuktian dan pendalaman lagi, untuk memastikannnya. Karenanya ini masih kami kembangkan," kata Dedi.

Yang pasti kata Dedi, saat ini Bagus Bawana Putra dipastikan membuat sendiri rekaman suara dan narasi hoaks soal 7 kontainer surat suara tercoblos itu.

Selain itu kata Dedi pihaknya masih mendalami dulu motif tersangka membuat konten hoaks berupa narasi dan rekaman suara itu.

"Untuk motifnya masih perlu di dalami lebih jauh lagi, untuk dipastikan, dan tak bisa terburu-buru," kata Dedi.

Dedi memastikan bahwa antara tersangka pembuat atau creator konten hoaks 7 surat suara tercoblos yakni Bagus Bawana Putra dengan tiga tersangka lain yang berperan sebagai forwarder konten berita hoaks itu yakni J, LS dan HY, yang diamankan sebelumnya namun tak ditahan, tidak saling mengenal.

"Jadi creatornya BPP ini membuat konten hoaks lalu mempostingnya di twitter dan facebook serta medsos lain. Sementara tiga forwader ini mengambil kontennya dari medsos si creator dan meneruskannya ke facebook dan medsos dengan akun mereka," kata Dedi.

Bahkan kata Dedi, tiga orang forwader ini juga meneruskannya melalui WhatsApp atau WA dan grup WA yang mereka ikuti.

Dalam kasus ini, kata Dedi tersangkanya dibagi tiga berdasar perannya. Yakni creator atau yang membuat konten hoaks, lalu buzzer yang berperan menyebarkannya dan forwarder sebagai yang meneruskan.

"Untuk tiga tersangka yakni J, LS dan HY perannya adalah forwader. Sementara creator dan buzzernya adalah BBP,," kata dia.

Dedi mengatakan BPP si pembuat konten rekaman suara hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos, adalah beralamat di Bekasi, Jawa Barat.

Ia sempat kabur sebelum akhirnya dibekuk polisi di tempat pelariannya di Sragen, Jawa Tengah.

Menurut Dedi Bagus Bawana Putra, kabur ke Sragen setelah mengetahui informasi bahwa polisi mengamankan dua orang yang diduga pelaku penyebaran berita bohong tersebut di dua tempat terpisah, Jumat (4/1/2018).

Yakni HY yang diamankan di Bogor dan LS di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Jadi sang pembuat konten hoaks ini kabur dari Bekasi ke Sragen setelah mendengar informasi kami mengamankan dua pelaku penyebar hoaks itu," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (9/1/2019).

Ia mengatakan pelaku membuat narasi hoaks pada 1 Januari dan kemudian membuat rekaman suara hoaks pada 2 Januari.

Selain sempat kabur ke Sragen, pembuat konten hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos yang dibekuk tim Bareskrim Polri yakni Bagus Bawana Putra (51) asal Bekasi diketahui sempat menghapus postingan rekaman suara berita hoaks yang dibuatnya itu dari media sosial twitter dan facebook miliknya.

Meski begitu Tim Cyber Bareskrim Polri berhasil menemukan jejak digital yang dibuat pelaku di media sosialnya.

"Pelaku sempat menghapus konten rekaman suara yang dibuatnya di media sosial sebelum melarikan diri. Namun kami berhasil melacak jejak digital akun medsos pelaku, hingga memastikan bahwa pelaku lah yang membuat rekaman suara itu," kata Kepala Direktorat Cyber Mabes Polri Brigjen Rachmad Wibowo di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

Menurut Rachmad pelaku diketahui sempat melarikan diri setelah tahu bahwa konten hoaks yang dibuatnya membuat gaduh dan dirinya dicari polisi.

"Pelaku yang asal Bekasi ini sempat kabur ke Sragen, Jawa Tengah, setelah membuat konten rekaman suara hoaks serta menyebarkannya ke media sosial seperti twitter dan facebook," kata Rachmad.

Menurutnya pelaku dibekuk di Sragen pada 7 Januari dinihari. "Lalu kami bawa ke Jakarta dan dilakukan pendalaman. Berdasarkan pembuktian ilmiah, dipastikan pelakulah yang membuat rekaman suara konten hoaks soal surat suara tercoblos, hingga akhirnya kita tetapkan tersangka," kata Rachmad.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan selain sebagai creator, pelaku juga diketahui sebagai buzzer dalam kasus penyebaran berita hoaks surat suara tercoblos.

"Pemeriksaan pendalaman masih kita lakukan terhadap tersangka BBP ini," kata Dedi.

Untuk sementara kata dia pelaku diketahui merupakan karyawan swasta dan tidak memiliki keterkaitan dengan parpol apapun.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved