Dinkes Minta Sekolah Cek Kualitas Air Tiap 6 Bulan untuk Mencegah Peristiwa Murid Keracunan Terulang

Ratusan siswa SDIT Pondok Duta mulai kelas I hingga kelas VI menderita gejala keracunan yang ditandai dengan diare dan muntah

Dinkes Minta Sekolah Cek Kualitas Air Tiap 6 Bulan untuk Mencegah Peristiwa Murid Keracunan Terulang
Warta Kota
Ilustrasi. Siswa alami keracunan akibat jajanan. 

Guna mencegah kasus murid keracunan di lingkungan sekolah, Dinas Kesehatan Kota Depok mengimbau tiap sekolah, khususnya sekolah dasar di Kota Depok untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Termasuk di dalamnya memastikan kualitas air enam bulan sekali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, mengatakan, salah satu faktor penting penunjang PHBS adalah terjaminnya kualitas air. Karena itu, dia mengimbau tiap sekolah untuk memeriksa kualitas air secara rutin.

"Kita informasikan kepada pihak sekolah untuk tetap menjaga kualitas airnya. Nanti ada sosialisasi dari Puskesmas untuk menjaga PHBS-nya," ujar Novarita kepada wartawan di kantornya, Jumat (11/1/2019).

"Kalau mau makan cuci tangan pakai sabun, toren juga harus dikuras. Harus dilakukan pemeriksaan kualitas air setiap enam bulan sekali," bilangnya.

Dikatakan Novarita, berdasarkan pengamatannya, terkadang pihak sekolah tidak menyediakan sabun untuk cuci tangan. Padahal, jelas-jelas Kementerian Kesehatan telah lama menggaungkan gerakan Cuti Tangan Pakai Sabun (CTPS), khususnya di sekolah-sekolah.

Diare Massal

Imbauan agar sekolah menerapkan PHBS dirasa penting mengingat belum lama ini, keracunan massal menimpa ratusan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Bahkan, peristiwa itu sempat ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Seperti diketahui, ratusan siswa SDIT Pondok Duta mulai kelas I hingga kelas VI menderita gejala keracunan yang ditandai dengan diare dan muntah-muntah secara massal pada Oktober 2018 yang lalu.

Dinkes Depok awalnya menerima laporan kasus diare pada 11 Oktober dari Puskesmas Tugu. Dari laporan itu, Dinkes Depok melakukan investigasi dengan mendatangi rumah sakit, rumah siswa, dan sekolah. Selain itu juga dilakukan pengambilan sampel air dan makanan, lalu diperiksa di laboratorium IPB Bogor.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved