Rawan Orang Tenggelam, Warga Desak Pembuatan Tiang Pembatas Jembatan Kampung Apung

Warga Kampung Apung, Cengkareng, Jakarta Barat mendesak Pemerintah untuk membuat tiang pembatas jembatan yang menjadi jalur penghubung warga

Rawan Orang Tenggelam, Warga Desak Pembuatan Tiang Pembatas Jembatan Kampung Apung
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi jembatan Kampung Apung yang tidak dilengkapi dinding pembatas, Kamis (10/1). 

CENGKARENG, WARTA KOTA -- Warga Kampung Apung, Cengkareng, Jakarta Barat mendesak Pemerintah untuk membuat tiang pembatas jembatan yang menjadi jalur penghubung warga Kampung Apung.

Pasalnya tidak adanya tiang pembatas membuat jembatan rawan kecelakaan.

Jembatan yang dibangun sejak 2007 tersebut, kini tidak ada tindak lanjut atas rencana pembuatan tiang pembatas, padahal warga sudah bertahun-tahun meminta hal tersebut, namun hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.

Terlebih, tidak adanya tiang pembatas tersebut sudah dua kali kecelakaan orang tenggelam yang menelan dua balita hingga meninggal dunia.

Atas kondisi tersebut tentu membuat warga sekitat merasa khawatir.

"Dari sejak tahun 2007 dibangun jembatan ini memang enggak pernah dibangun tiang pembatas," kata Ida (40), Kamis (10/1/2019)

Dikatakan Ida, jembatan sepanjang 20 meter meter tersebut merupakan akses utama bagi warga dari Jalan Raya Kapuk menuju Kampung Apung.

Bahkan kurangnya area parkir juga membuat masyarakat terpaksa memarkirkan kendaraanya disekitar jembatan.

Menurut Ida, sebenarnya dahulu sudah ada rencana dari pemerintah untuk membuat tiang pembatas di jembatan tersebut.

Namun, hal itu urung terlaksana lantaran warga tak mau bila tiang pembatas itu malah mengambil sebagian jalan karena lebar jalan hanya 1 meter dan hal itu akan menyulitkan warga yang mengendarai sepeda motor.

‎"Waktu itu sudah mau dibangun tapi tiangnya dari atas, bukan dari bawah. Kalau dari atas kan otomatis beberapa centimeter jalan itu kepakai kan buat bangun tiangnya. Lah sekarang aja jalannya sudah kecil, kalau dipakai buat pasang tiang lagi kan yang ada malah makin sempit," ujarnya.

‎Selain itu ha serupa juga dikatakan oleh, Safei (65). Dirinya ‎berharap segera dilakukan pemasangan tiang pengaman di jembatan tersebut.

Karena menurutnya kerap kali orangtua yang memiliki balita merasa khawatir jika anak-anak bermain didekat jembatan.

"Ya saya sih maunya ada tiang lah biar aman, karena kan sekarang tinggal itu aja yang bikin was was. Kalau banjir mah alhamdulillah sudah enggak pernah lagi, cuma itu aja minta di kasih pembatas biar yang punya anak ngak was was mas," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved