Pedagang Kaki Lima

Lapak Pedagang Kaki Lima Biang Kemacetan di Tangerang Dibongkar Petugas Satpol PP

Lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dibongkar petugas satuan polisi pamong praja, Kamis (10/1/2019).

Lapak Pedagang Kaki Lima Biang Kemacetan di Tangerang Dibongkar Petugas Satpol PP
Warta Kota/Andika Panduwinata
Lapak pedagang kaki lima ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Kamis (10/1/2019). 

WARTA KOTA, CIPONDOH --- Lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dibongkar petugas satuan polisi pamong praja, Kamis (10/1/2019).

Belasan lapak PKL tersebut menjadi sasaran penertiban karena dianggap menjadi biang kemacetan di Jalan KH Hasyim Ashari, Jalan Irigasi Sipon, dan Jalan Maulana Hasanudin.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli  mengatakan, kegiatan penertiban tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi trotoar dan bahu jalan.

Pedagang Kaki Lima Pasar Anyar Serobot Trotoar di Tangerang Bikin Sachrudin Berang

Pasalnya, kata Ghufron, selama ini trotoar dan bahu jalan digunakan para pedagang kaki lima untuk menjajakan barang dagangannnya.

"Keberadaan para PKL ini banyak dikeluhkan masyarakat karena mereka secara tidak langsung merampas hak pejalan kaki dan pengguna jalan," ujar Ghufron kepada Warta Kota, Kamis (10/1/2019).

Lapak pedagang kaki lima ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan TNI di Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Kamis (10/1/2019).
Lapak pedagang kaki lima ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan TNI di Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Kamis (10/1/2019). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Selain merampas hak pejalan kaki, keberadaan para PKL tersebut seringkali menyebabkan kemacetan dan kekacauan lalu lintas di sekitar jalan tersebut.

"Selain menyebabkan kemacetan, keberadaan para pedagang tersebut juga membuat lingkungan kurang sedap dipandang mata," ucapnya.

Para PKL kerap menempatkan lapaknya di atas saluran air sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan saluran air mampet dan menimbulkan banjir.

"Sekarang musim hujan dan mereka berjualan di atas saluran air, otomatis sampah yang dihasilkan para pedagang tersebut akan menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir," kata Ghufron.

Puluhan Lapak Pedagang Kaki Lima di Tanah Abang Diangkut Petugas Satpol PP

Barang disita

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved