Pemilu 2019

Besok Bawaslu Bogor Putuskan Nasib Anies Baswedan

Keputusan tersebut akan diumumkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor.

Besok Bawaslu Bogor Putuskan Nasib Anies Baswedan
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

KASUS salam dua jari yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Partai Gerindra di Sentul pada Senin (17/12/2018) lalu, akan diputuskan pada Jumat (11/1/2019) besok.

Keputusan tersebut akan diumumkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor.

Saat ini, masih dilakukan kajian internal berupa pembahasan bersama Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bogor.

Dijerat Pasal 547 UU Pemilu, Anies Baswedan Terancam Dibui Tiga Tahun

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah mengaku masih berdiskusi untuk memutuskan apakah Anies Baswedan memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak.

"Iya (besok). Pembahasan kedua kan harus ada keputusan memenuhi unsur atau tidak. Hari ini sedang lakukan kajian internal, dan besok lakukan pembahasan kedua sama Gakkumdu," ujar Irvan saat dihubungi, Kamis (10/1/2019).

Setelah keputusan diumumkan dari Bawaslu Kabupaten Bogor, selanjutnya dilaporkan secara berjenjang kepada Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI.

PKS Sebut PDIP Rumah Ahok, Kubu Prabowo-Sandi Tak Berniat Menggaet

Anies Baswedan diduga melanggar Pasal 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang berisi bahwa pejabat negara yang dengan sengaja membuat/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, memungkinkan untuk dipidana dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.

Namun, jika Anies Baswedan terbukti tak bersalah, maka proses pembahasan pelanggaran dihentikan.

"Jika enggak (terbukti), maka dihentikan. Ketika memenuhi unsur maka dilanjutkan ke tahap penyidikan ke kepolisian. Ini kan delik pidana. Maksimal 3 tahun," beber Irvan.

Klarifikasi Anies Baswedan

Halaman
12
Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved