Pilpres 2019

Polisi Belum Temukan Keterkaitan Pembuat Hoaks Surat Suara Tercoblos dengan Pendukung Capres

Sampai saat ini polisi belum mendapati adanya keterkaitan antara Bagus Bawana Putra dengan partai politik atau kelompok pendukung salah satu capres.

Polisi Belum Temukan Keterkaitan Pembuat Hoaks Surat Suara Tercoblos dengan Pendukung Capres
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dan Kepala Direktorat Cyber Mabes Polri Brigjen Rachmad Wibowo di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018). 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapati adanya keterkaitan antara Bagus Bawana Putra (51) sang pembuat konten rekaman suara hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos, dengan partai politik atau kelompok pendukung salah satu capres dan cawapres tertentu.

"Belum ada keterkaitan dengan parpol apapun atau pendukung capres apapun. Tersangka profesinya karyawan swasta. Namun semuanya masih didalami untuk pengembangan," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (9/1/2019).

Ia mengatakan pelaku yang merupakan warga Bekasi, Jawa Barat, sempat kabur sebelum akhirnya dibekuk polisi di tempat pelariannya di Sragen, Jawa Tengah.

Hal itu kata Dedi setelah pelaku mengetahui informasi bahwa polisi mengamankan dua orang yang diduga pelaku penyebaran berita bohong tersebut di dua tempat terpisah, Jumat (4/1/2018).

Yakni HY yang diamankan di Bogor dan LS di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Jadi sang pembuat konten hoaks ini kabur dari Bekasi ke Sragen setelah mendengar informasi kami mengamankan dua pelaku penyebar hoaks itu," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (9/1/2019).

Ia mengatakan pelaku membuat narasi hoaks pada 1 Januari dan kemudian membuat rekaman suara hoaks pada 2 Januari.

Selain sempat kabur ke Sragen, pembuat konten hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos yang dibekuk tim Bareskrim Polri yakni Bagus Bawana Putra (51) asal Bekasi diketahui sempat menghapus postingan rekaman suara berita hoaks yang dibuatnya itu dari media sosial twitter dan facebook miliknya.

Meski begitu Tim Cyber Bareskrim Polri berhasil menemukan jejak digital yang dibuat pelaku di media sosialnya.

"Pelaku sempat menghapus konten rekaman suara yang dibuatnya di media sosial sebelum melarikan diri. Namun kami berhasil melacak jejak digital akun medsos pelaku, hingga memastikan bahwa pelaku lah yang membuat rekaman suara itu," kata Kepala Direktorat Cyber Mabes Polri Brigjen Rachmad Wibowo di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2018).

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved