Partisipasi Politik di Tangerang Selatan Menjadi yang Paling Rendah

Angka itu naik pada Pilpres 2014 menjadi 69% dan kembali turun pada Pilwalkot 2015 menjadi 57%.

Partisipasi Politik di Tangerang Selatan Menjadi yang Paling Rendah
Warta Kota
Ilustrasi. Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangerang Selatan mencatat partisipasi politik di Kota Tangerang Selatan menjadi yang terendah.

Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Tangsel, Ade Wahyu menyebutkan pada Pemilihan Legislatif 2014 hanya 67% partisipan politik.

Angka itu naik pada Pilpres 2014 menjadi 69% dan kembali turun pada Pilwalkot 2015 menjadi 57%.

"Kota Tangerang Selatan sejak 2014 menggelar pemilihan nasional dan daerah tidak lebih dari 70%," kata Ade di Kantor KPU Tangsel, Serpong, Rabu (9/1/2019).

Rendahnya presentase pemilih politik membuat Kota Tangerang Selatan masuk ke dalam 45 Kota dan Kabupaten dengan jumlah pemilih paling rendah se Indonesia.

"Kita ini termasuk 45 kabupaten kota se-Indonesia dengan tingkat partisipasi yang paling rendah," ujar Ade.

Dari tujuh kecamatan di Tangerang Selatan, terdapat empat kecamatan dengan jumlah pemilih terendah yakni Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Pondok Aren.

Pada Pemilu 2019 mendatang, KPU menargetkan jumlah pemilih di Tangerang Selatan dapat naik menjadi 77,5%.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved