Viral Razia Hewan Liar, Sudin KPKP Jakpus : Sesuai Prosedur

Sejumlah potret terkait penanganan hewan liar yang viral di media sosial menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya para pecinta hewan.

Viral Razia Hewan Liar, Sudin KPKP Jakpus : Sesuai Prosedur
Warta Kota
Aktivitas hewan liar malam hari di TSI Cisarua, Bogor 

SEJUMLAH potret terkait penanganan hewan liar yang viral di media sosial menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya para pecinta hewan.

Terlebih buruknya penanganan petugas ketika menjaring hewan liar di sejumlah pelosok Ibu Kota.

Keresahan itu seperti yang disampaikan oleh Adrianna lewat akun twitternya @AdriannaVhitry; pada Selasa (8/1/2019).

Dirinya mengaku kecewa menyaksikan sejumlah potret perlakuan petugas terhadap hewan liar yang berhasil dijaring petugas.

"Keknya aku bakalan ngemute keywords 'razia kucing', 'stray cat' deh.. Pilu bgt hatiku liat kucing² ada anjing jg pada ditangkepin trus di tumpukin dlm 1 kandang gitu. Yg kecil keinjak-keinjak sm yg besar. Nah yg besar pun pada berantem smpe luka-luka bahkan bermandikan kotoran sndiri," tulis Adrianna.

"Dri smlm yg kubacain di ig maminya bebeck, pihak² yg ngerazia kucing & anjing ini kg ada tujuan jelas bakalan diapakan sih mreka stlh ditangkapin? Yg kejadian di rawa belong lalu malah lebih sadis, mreka dikandangin lalu di jemur dibawah terik matahari tanpa makan/minum," tulis Adrianna.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Peternakan Suku Dinas (Sudin) Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat, Hasudungan membantah pihaknya telah menangkap hewan peliharaan warga serta menelantarkan hewan liar yang terjaring razia.

Hewan yang terjaring tersebut katanya merupakan hewan liar yang dilaporkan masyarakat.

Penanganan hewan pun katanya sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, salah satunya memisahkan hewan sesuai jenis dan ukuran serta memberikan makanan dan minuman yang cukup.

"Sesuai Prosedur. Prosedurnya kita melakukan penangkapan apabila ada pengaduan dari warga melalui kelurahan atau kecamatan. Kalau ada pengaduan warga berarti keberadaan hewan-hewan tersebut sudah mengganggu masyarakat," jelas Hasudungan dihubungi pada Selasa (8/1/2019).

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved