Pencemaran Lingkungan

Tumpukan Sampah di Kali Pisang Batu Berimbas Sumur Warga Bekasi Jadi Hitam dan Bau

Tumpukan sampah di Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, berdampak ke air sumur warga sekitar.

Tumpukan Sampah di Kali Pisang Batu Berimbas Sumur Warga Bekasi Jadi Hitam dan Bau
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kondisi air sumur terlihat hitam di rumah warga di sekitar Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, ikut tercemar, Selasa (8/1/2019). 

WARTA KOTA, BEKASI --- Tumpukan sampah di Kali Pisang Batu, Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, berdampak ke air sumur warga sekitar.

Air sumur warga sekitar Kali Pisang Batu menjadi hitam dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Samin (42), warga RT 002/RW 04, Desa Setia Mulya, mengungkapkan bahwa perubahan warna dan bau air sumur mulai terjadi setelah terjadi penumpukan sampah di Kali Pisang Batu selama satu bulan terakhir ini.

Terkuak Sampah Kiriman ke Kali Pisang Batu dari Kota Bekasi Membuat Pemkab Surati Pemkot Bekasi

Lokasi rumahnya yang tak jauh dari Kali Pisang Batu sehingga membuat air sumur tampak berlumpur dan berminyak.

"Awal-awalnya berubah bau saja tapi masih jernih. Ini lama-lama air sumur berubah warna jadi hitam pekat berlumpur dan bau menyengat. Ya baru terasa usai tumpukan sampah itu aja," kata Samin kepada Warta Kota, Selasa (8/1/2019).

Akibatnya, kata Samin, dia dan keluarga mengalami gatal-gatal usai memakai air sumur itu.

"Ya mau enggak mau kita pakai air sumur itu untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi jadi gatal-gatal," katanya.

Terkejut Lihat Sampah di Kali Pisang Batu, Menko Maritim Bakal Gelar Rapat Bersama Kepala Daerah

Samin pun harus merogoh kocek lebih dalam untuk bisa membeli air PAM seharga Rp 6.000 per-empat drigen karena tidak kuat menahan gatal jika menggunakan air sumur.

"Air sumur jadinya cuman saya pakai buat cuci pakaian saja, kalau mandi pakai air PAM. Kalau tidak begitu gatal dan bau lumpur," ucap Samin yang sudah tinggal di Desa Setia Mulya selama 10 tahun.

Menurutnya, selama ini belum pernah ada kejadian kondisi air sumurnya yang hitam dan berbau tak sedap.

Dia menilai, dampak pencemaran air sumur juga bukan karena tumpukan sampah di Kali tersebut tetapi juga karena limbah yang mengalir di Kali Pisang Batu itu.

"Kondisi seperti ini sudah lama, kali kumuh dan bau kena limbah. Kalau dulu banyak eceng gondok sampah tidak terlalu banyak," ucapnya.

"Tapi setelah dinormalisasi sampah malah banyak. Air juga kerapkali berwarna hitam dan bau," ucap Samin.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved