Ratusan Cat Lover Gruduk Acara Sosialisasi Vaksinasi Rabies Protes Razia Hewan Liar

Puluhan pecinta binatang peliharaan mempertanyakan razia hewan liar saat sosialisasi vaksin rabies di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan.

Ratusan Cat Lover Gruduk Acara Sosialisasi Vaksinasi Rabies Protes Razia Hewan Liar
Warta Kota/Feryanto Hadi
Pencinta binatang mempertanyakan razia hewan liar yang rencananya digelar Pemprov DKI namun dibatalkan.. 

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni menanggapi santai protes puluhan pecinta binatang peliharaan saat menggelar sosialisasi Komunikasi, Informasi Edukasi Vaksinasi Rabies di UPT Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Dinas KPKP di Jalan Harsono RM, Ragunan, Selasa (8/1/2019).

Sejumlah orang protes terhadap cara penangkapan hewan liar yang dilakukan petugas KPKP yang menggunakan jaring serta penempatan kandang campur bagi hewan yang ditangkap. Disebutnya, penangkapan binatang itu tidak beradab.

"Ya banyak pecinta dan komunitas yang hadir. Ada yang menyampaikan baik-baik, ada yang frontal menyebut tindakan kami tidak benar dan ssbagainya. Kita tampung semua aspirasi," kata Darjamuni kepada Warta Kota usai kegiatan berlangsung.

Darjamuni mengakui, selama ini pihaknya melakukan penangkapan hewan liar dengan jaring. Namun, ia menyebut tidak ada unsur penyiksaan. Hewan liar yang terjaring razia katanya akan didata dan langsung dibawa ke Puskeswan untuk disterilisasi atau divaksinasi.

Adapun penangkapan Hewan Penular Rabies (HPR) yang dilakukan awal tahun ini, kata dia adalah kegiatan rutin dalam rangka mempertahankan predikat DKI Jakarta sebagai provinsi bebas rabies. Prestasi itu dikatakannya sudah didapatkan sejak 2004 lalu.

"Dan kita kalau ada razia juga ada prosedurnya. Kita sampaikan ke RT/RW, meminta mereka menyampaikan ke masyarakat untuk tidak melepaskan hewan peliharannya. Kalau saat razia ditemukan hewan itu di luar, ya kami tertibkan untuk divaksin," ungkapnya.

Ia memastikan kegiatan razia hewan liar dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Sesuai arahan gubernur kan tidak ada razia dulu. Nanti pada tanggal 15 Januari di kita adakan dulu pertemuan dengan berbagai pihak termasuk komunitas pecinta binatang, organisasi pecinta binatang, untuk membahas berbagai hal, termasuk soal teknis penangkapan apakah ada cara lain atau tidak. Tempatnya di Hotel Orchard, Jalan Industri, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat," ujarnya.

Sementara itu, Reyzar dari Rumah Kucing Parung yang hadir dalam kesempatan itu lebih menyoroti

"Cara penangkapannya saja yang diprotes teman-teman cat lover. Contoh kemarin di video ada induk dan anak ditangkap dan dipisahkan beda kandang. Padahal anak kucing masih perlu menyusu tiga bulan. Sementara anak kucing kalau dipisahkan begitu tidak bisa survive di luar. Ini salah satu hal yang bikin kami marah,"ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved