Pendapatan BUJT Dipakai Perawatan Jalan Tol untuk Memenuhi Standar Pelayanan Minimal

Uang tol yang dibayarkan oleh pengguna jalan tol, sepenuhnya masuk ke dalam rekening milik Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

WARTA KOTA, PALMERAH--- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebut, sistem Gerakan Nasional Non Tunai atau GNNT bagi pengguna jalan tol sangat bermanfaat. Sejalan dengan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi.

Sistem transaksi pembayaran non tunai pada jalan tol merupakan bagian dari GNNT yang disepakati oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian PUPR pada 31 Mei 2017.

"Penggunaan kartu uang elektronik juga telah umum dipakai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk transaksi pembayaran jasa transportasi umum Transjakarta, commuterline, parkir, pengisian BBM, toko retail dan lain-lain," kata Kepala BPJT, Hery Trisaputra Zuna, Selasa (8/1/2019).

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian PUPR melakukan pengawasan pemenuhan standar pelayanan minimal atau SPM jalan tol khususnya terkait kelancaran transaksi di gerbang tol, dan Bank Indonesia melakukan pengawasan terkait kelancaran dan keamanan sistem pembayaran

Uang tol yang dibayarkan oleh pengguna jalan tol, sepenuhnya masuk ke dalam rekening milik Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) seperti PT Jasamarga, PT CMNP, PT Waskita Toll Road, Astra, dan lain-lain.

"Uang tol tersebut merupakan pendapatan BUJT yang digunakan untuk keperluan biaya operasional dan pemeliharaan jalan tol dalam rangka penyediaan pelayanan jalan tol sebagaimana standar pelayanan minimal jalan tol dan untuk pengembalian investasi jalan tol," ungkapnya.

Jalan tol dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana BUJT membangun jalan tol terlebih dahulu dengan menggunakan dana pinjaman dan modal sendiri, untuk selanjutnya dikembalikan dari pendapatan tol.

Sehingga tidak benar bahwa perbaikan terhadap kerusakan jalan tol menggunakan dana APBN/APBD.

Kementerian PUPR terus berupaya mendorong BUJT untuk memenuhi SPM bahkan meningkatkan kualitas pelayanan sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat.

Penerapan transaksi non tunai di jalan tol merupakan modernisasi sistem pembayaran tol untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi transaksi di jalan tol.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved