Pedagang kaki Lima

Pemkot Jakpus Akan Tingkatkan Penjagaan Kawasan Pasar Tanah Abang

WAKIL Wali Kota Admistrasi Jakarta Pusat, Irwandi meminta kepada Satpol PP Jakarta Pusat tingkatkan penjagaan di kawasan Pasar Tanah Abang.

Pemkot Jakpus Akan Tingkatkan Penjagaan Kawasan Pasar Tanah Abang
Warta Kota/Rangga Baskoro
Lapak pedagang kaki lima diangkut ke mobil karena berjualan di pinggir jalan di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018). (Foto arsip) 

WAKIL Wali Kota Admistrasi Jakarta Pusat, Irwandi meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat tingkatkan penjagaan di kawasan Pasar Tanah Abang.

Hal tersebut dikemukakan Irwandi saat memimpin Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) Pemkot Jakarta Pusat.

Irwandi mengatakan, Satpol PP Jakarta Pusat jangan hanya menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL), namun harus dibarengi dengan mobilenya petugas setelah melakukan penertiban.

"Jangan hanya angkut lapak saja, terus mereka nanti tertibkan lagi setelah beberapa jam. Kalau ada jeda seperti itu, pastinya lapak pedagang muncul dengan cepat," kata Irwandi, Senin (8/1/2019)

Menurut Irwandi, hal yang harus dilakukan Satpol PP adalah melakukan mobile dan menempatkan petugas dimana ada lapak PKL.

Tujuannya jika ada petugas yang terlihat pasti pedagang akan berfikir untuk menggelar dagangannya.

Sehingga hal tersebut dianggap efektif untuk memberikan warning kepada PKL liar yang masih mangkal disembarang tempat yang tentunya menganggu ketertiban umum.

Bahkan jika para PKL tetap tidak mengindahkan, dirinya tak segak menjangkau para PKL tersebut.

"Tempatkan petugas, jika mereka masih nekat langsung saja petugas angkut lapak PKL tersebut," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga meminta satpol PP harus menjaga di lokasi tempat pejalan kaki yang menyebrang tidak pada tempatnya.

Seperti dekat Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) karena dilokasi tersebut walau sudah diberikan Moveable Concrete Barrier (MCB) mereka melompat atau menggeser.

"Di lokasi tersebut petugas Satpol PP harus ditempatkan. Kalau ada yang masih membandel pejalan kaki langsung saja ditegor," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved