Ojek Online Sulit Diatur Penyebab Stasiun Bekasi Sering Macet

Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyatakan kemacetan itu karena banyak pengemudi ojek online yang menaikan dan menurunkan penumpang sembarangan.

Ojek Online Sulit Diatur Penyebab Stasiun Bekasi Sering Macet
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kondisi Jalan Insinyur Juanda Bekasi Selatan, tepatnya depan Stasiun Bekasi. Dishub Kota Bekasi bersama komunitas ojek online turut serta dalam melakukan pengawasan dan penertiban ojol yang mangkal di bahu jalan. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Kemacetan seringkali terjadi di kawasan Stasiun Bekasi, Kota Bekasi.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyatakan kemacetan itu karena banyak pengemudi ojek online yang menaikan dan menurunkan penumpang sembarangan.

"Macet di Stasiun Bekasi karena ojek online yang sulit diatur, mangkal sembarangan dan naik turun penumpang sembarangan. Kami sudah siapkan lokasi titik penjemputan atau area lay bay," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi, Selasa (8/1/2019).

Johan mengatakan, kemacetan di area Stasiun Bekasi yang terjadi hingga sepanjang 200 meter khususnya pada jam sibuk, pagi dan sore.

Ia mengakui jumlah pengemudi ojek online yang cukup banyak membuatnya sulit untuk mengaturnya.

"Kami sudah atur dan berikan himbauan ke ojol (ojek online) soal aturan titik jemput. Petugas kota juga standby 8 personil. Tapi tetap saja ada ojol baru yang belum tahu aturan itu, jadi semrawut lagi. Itu pertumbuhan ojol baru cukup tinggi," katanya.

Padahal, kata Johan, Dinas Perhubungan telah berupaya memperbanyak titik jemput atau lay di kawasan Stasiun Bekasi, di pangkalan Jalan Baru Kemakmuran di Jalan Ir H Juanda, pangkalan ex pool batubara di Jalan Ir H.Juanda, belakang pos Polisi Bulan-bulan di Jalan Ir H Juanda, pangkalan Jalan Diklat Kereta Api di Jalan Perjuangan, dan di depan Gedung Korpri di Jalan Veteran.

"Tetap saja mereka pada mangkal di depan stasiun yang bikin macet. Kami juga sudah adakan pertemuan dengan paguyuban ojol tetap belum ada hasil, tetap macet," jelasnya.

Johan berharap ada aturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan soal pembatasan ojol tersebut.

Pasalnya, jika tidak dibatasi jumlah ojek online akan terus bertambah dan menimbulkan kemacetan parah dan semrawut.

"Bayangkan di Kota/Kabupaten Bekasi saja ojek online baru atau yang lahir bisa capai 500 setiap harinya. Maka dari itu kami minta pembatasan itu kepada kementerian," katanya.

Dikepung Proyek Strategis Nasional, Kota Bekasi Dikepung Kemacetan

Tiga Titik Kemacetan Parah di Kota Bekasi

Flyover Cipendawa dan Rawapanjang Diprediksi Bisa Atasi 90 Persen Kemacetan

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved