Debat Pilpres 2019

Kubu Prabowo akan Angkat Kasus Penyerangan Novel Baswedan Saat Debat Perdana Pilpres 2019

Debat perdana yang digelar KPU pada 17 Januari 2019 itu akan membahas tentang hak asasi manusia (HAM), terorisme, dan korupsi.

Kubu Prabowo akan Angkat Kasus Penyerangan Novel Baswedan Saat Debat Perdana Pilpres 2019
Kompas.com/Devina Halim
KETUA DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat ditemui di ruangannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2018). 

KASUS penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, akan menjadi salah satu isu yang diangkat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat debat perdana Pilpres 2019.

Debat perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 17 Januari 2019 itu akan membahas tentang hak asasi manusia (HAM), terorisme, dan korupsi.

"(Kasus Novel Baswedan) termasuk menjadi salah satu yang paling concern," kata Mardani Ali Sera Ali Sera, Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Laporkan Kasus Hoaks Surat Suara Dicoblos ke Polisi, KPU Dinilai Agak Berlebihan

Ketua DPP PKS itu menilai kasus Novel Baswedan merupakan salah satu perjalanan buruk dalam ranah penegakan hukum. Sebab, hingga saat ini pihak kepolisian belum mampu mengungkap aktor dan pelakunya. Hal itu, kata Mardani Ali Sera, akan berdampak buruk kepada masyarakat.

"Karena kalau (kasus) seorang penyidik KPK saja 650 hari terbengkalai, apa yang terjadi dengan masyarakat umum?" ucapnya.

Teror penyiraman air keras kepada Novel Baswedan terjadi seusai dirinya melaksanakan ibadah salat subuh di masjid dekat rumahnya.

Sekjen PBNU: Banyak yang Ingin Tahu Capres Bisa Baca Alif Ba Ta Tsa Apa Enggak?

Ketika hendak pulang ke rumah, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Cairan itu mengenai wajah Novel Baswedan. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel Baswedan tak sempat mengelak.

Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel Baswedan juga tak bisa melihat jelas pelakunya.

Sejak saat itu, Novel Baswedan menjalani serangkaian pengobatan guna penyembuhan matanya. Ia pun terus menanti penuntasan kasusnya. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved