Pilpres 2019

Kubu Jokowi-Maruf Amin Klaim Unggul 5-0 Atas Prabowo-Sandi, Kasus Ratna Sarumpaet Belum Dihitung

TKN Joko Widodo-Maruf Amin merasa sudah unggul dengan skor 5-0, dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02.

Kubu Jokowi-Maruf Amin Klaim Unggul 5-0 Atas Prabowo-Sandi, Kasus Ratna Sarumpaet Belum Dihitung
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019) 

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin merasa sudah unggul dengan skor 5-0, dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan, kemenangan pertama kubunya datang dari usulan Dewan Ikatan Dai Aceh untuk tes baca Alquran. Hasto Kristiyanto menyebut kubu Prabowo belum merespons undangan tes membaca Alquran dari Ikatan Dai Aceh.

"Ini kita hitung per tanggal 8 Januari, Ratna Sarumpaet tidak kita hitung ini. Pertama, persoalan penggunaan isu-isu agama, akhirnya terkena muka sendiri," ujar Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Tes Mengaji Capres-Cawapres Bukan Wewenang KPU

Yang kedua, lanjutnya, kubu Jokowi-Maruf Amin unggul soal debat. Sebab, ia mengatakan, kubu Prabowo-Sandi meminta agar pertanyaan soal debat lebih dahulu disampaikan kepada kedua pasangan calon, sebelum debat antar-kedua pasangan calon berlangsung.

"Kemudian, terkait dengan debat. Ada serangan seolah-olah kami tidak siap, ternyata mereka yang meminta secara khusus desain-desain seperti itu," ucap Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto juga menyoroti pernyataan Prabowo soal kondisi alat kesehatan di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Hasto Kristiyanto: Zaman Orde Baru Banyak Aktivis Hilang, Sekarang Tiba-tiba Cuitan Hilang

Calon Presiden nomor urut 02 ini mengatakan satu selang cuci darah di RSCM pernah dipakai sebanyak 40 kali kepada 40 orang berbeda. Hasto Kristiyanto menuturkan, pernyataan Prabowo ternyata tidak benar, berkaca dari pihak RSCM yang sudah membantah pernyataan tersebut.

"Kemudian, penggunaan selang, serangan terhadap BPJS, itu ternyata juga tidak benar," kata Hasto Kristiyanto.

Lalu, tuturnya, pernyataan Sandiaga Uno yang berujar pembangunan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tanpa utang.

Diborgol Sambil Senyum, Wakil Ketua DPR Nonaktif Taufik Kurniawan Berharap Diberikan Jalan Lurus

Sandiaga Uno sebelumnya memiliki Tol Cipali secara tidak langsung lewat PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Lewat anak usaha Saratoga, PT Interra Indo Resources (IIR) membentuk perusahaan patungan bernama PT Baskhara Utama Sedaya (BUS) dan melahirkan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) pemilik konsesi Tol Cipali.

"Kemudian, juga membangun tol tanpa utang. Itu Pak Sandi ternyata melakukan hal itu, dari rekam jejak sebelumnya," tutur Hasto Kristiyanto.

Yang terakhir, kata Hasto Kristiyanto, mengenai konten berita bohong (hoaks) berisi kabar tujuh kontainer surat suara tercoblos yang beredar beberapa waktu lalu.

"Kemudian, masalah tujuh kontainer. Itu baru yang kehitung, yang belum kehitung masih ada," cetus Hasto Kristiyanto. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved