Kalau Keluarga Tidak Bisa Berkumpul di Hari Besar, Banyak Cara untuk Menangani

Dalam keluarga ada kalanya tak dapat berkumpul utuh pada perayaan hari besar. Bagaimana menanganinya?

Kalau Keluarga Tidak Bisa Berkumpul di Hari Besar, Banyak Cara untuk Menangani
Instagram
Alvaro Morata bersama keluarga di hari Natal 

Pada setiap perayaan,entah hari besar seperti Lebaran, Natal, termasuk Tahun Baru yang baru dilakukan kemaren, sangat identik dengan berkumpul dengan keluarga.

Namun ada kalanya dalam suatu keluarga, ada ayah atau ibunya terpisah dan tidak bisa bergabung mengikuti perayaan bersama.

Bisa jadi karena tugas,  bahkan karena bercerai, atau meninggal dunia.

Psikolog Astrid Wen mengatakan, ketika hal itu terjadi, penanganannya harus disesuaikan dengan kondisinya.

Bila ayah atau ibunya tidak bisa bergabung karena bertugas, bisa disampaikan langsung berikut alasannya.

Bila bisa dikunjungi, bisa saja mengunjungi tempat ayah atau ibunya bertugas.

Bila tidak memungkinkan bisa dilakukan video call.

“Nggak perlu pas jam 12 malamnya. Bisa sebelumnya atau lebih. Terpenting video call itu solusi murah. Karena bisa melihat wajah orangtua dan anak. Bisa telepon beramai-ramai atau sendiri-sendiri,” kata Astrid yang dihubungi Warta Kota, Rabu (2/1/2019).

Begitu juga bila alasan tidak berkumpul karena bercerai. 

Anak harus diperbolehkan untuk menghubungi orangtua  yang tidak tinggal bareng dengan si anak.

Sementara bila kondisinya meninggal,  bisa dilakukan dengan doa bersama atau berziarah ke makam.

 “Sebenarnya dalam setiap peristiwa yang penting, misalnya  Hari Raya atau Tahun Baru idealnya kumpul dengan keluarga.  Kalau tidak bisa karena kendala tertentu,  ya bantu anak untuk memahami realitanya. Misalnya ayah lagi tugas,  karena berceraian dan juga kematian. Harus dijelaskan,” kata psikolog Ika Putri Dewi.

Intinya, walaupun ada kondisi yang membuat anak menjadi terpisah dengan orangtuanya di momen perayaan tersebut, tetap diajari untuk  tetap bersuka cita dan bersyukur apapun kondisinya.

Tentu dengan bahasa anak dan dengan dibuat hal yang konkrit. Tanpa perlu ditutup-tutupi atau berbohong.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved