Pemilu 2019

Anak dan Istrinya Terganggu, Andi Arief Polisikan Lima Orang dari Kubu Jokowi

Kelima orang yang dilaporkan Andi Arief tersebut dijerat pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE.

Anak dan Istrinya Terganggu, Andi Arief Polisikan Lima Orang dari Kubu Jokowi
Twitter @AndiArief__
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief 

WAKIL Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melalui kuasa hukumnya, melaporkan lima orang ke Bareskrim Polri, terkait dugaan pencemaran nama baik soal hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Lima orang itu berada di kubu petahana atau mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin, yakni Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto; Tenaga Ahli di Kantor Kepala Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin; Jubir TKN Jokowi-Maruf Amin Arya Sinulingga; Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Maruf Amin Ade Irfan Pulungan; dan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli.

"Sebagai warga negara yang merasa hak konstitusionalnya dirugikan, dicemarkan nama baiknya, melapor balik kepada pihak-pihak tersebut," ujar Irwin Idrus, kuasa hukum Andi Arief, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Ketua KPU: Sebaiknya Jangan Mengingatkan Kami Melalui Media Sosial

Ia menjelaskan, pihaknya menyerahkan alat bukti kepada kepolisian berupa rekaman video wawancara serta cuplikan berita di media massa. Salah satu rekaman di media televisi, diberikan sebagai bukti pelaporan Ali Ngabalin.

Irwin juga mengatakan Andi Arief merasa keluarganya dirugikan melalui pernyataan yang tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin.

"Untuk Pak Ngabalin misalnya, ada rekaman. Statementnya menyebutkan bahwa Andi Arief sudah sebarkan berita bohong secara sengaja sehingga menimbulkan kegaduhan," jelasnya.

Mbah Rono: Jangan Kriminalisasi Gunung Anak Krakatau!

"Ada istri dan anak yang terganggu, tercemar nama baiknya. Intinya keluarga yang paling dirugikan dan tersiksa karena laporan yang tidak berdasar dan tidak benar," sambungnya.

Laporan ini diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Bareskrim dengan nomor LP/B/0033/I/2019/Bareskrim tertanggal 7 Januari 2019.

Ada pun kelima orang yang dilaporkan Andi Arief tersebut dijerat pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved