Pria Mabuk Tembak Kaki Sendiri Pakai Senjata Api Rakitan di Pondok Aren

Kaki Ade Raihan Muslim (19) tertembak senjata api yang dirakitnya sendiri. Saat itu, pelaku sedang dipengaruhi alkohol.

Pria  Mabuk Tembak Kaki Sendiri Pakai Senjata Api Rakitan di Pondok Aren
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan (tengah) menunjukkan barang bukti kasus kepemilikan senjata api rakitan di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (7/1/2019). 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Kaki Ade Raihan Muslim (19) tertembak senjata api yang dirakitnya sendiri. Saat itu, pelaku sedang dipengaruhi alkohol.

Kepolisian Resor (Polres) Kota Tangerang Selatan mendapatkan informasi kasus Ade Raihan Muslim setelah mendapat informasi dari RS Sari Asih Ciledug pada 31 Desember 2019.

Ketika itu, Ade Raihan yang mengalami luka tembak di kakinya mengaku sebagai korban penembakan dari orang tidak dikenal di Jalan Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Warga Cipondoh Jual Senjata Api Rakitan dan Bahan Peledak di Media Sosial Selama Tiga Tahun

Setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas, ternyata penembakan itu dilakukan Ade Raihan sendiri ketika dirinya sedang mabuk alkohol.

"Kemudian kita laksanakan penyelidikan mendalam ternyata diketahui korban ini luka tembak akibat perbuatannya sendiri," ucap Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, di Mapolres Tangerang Selatan, Senin (7/1/2019).

"Saat kejadian, korban sedang mabuk sehingga tidak sadar senjata yang dia pegang menembak kakinya," ucapnya.

Tempat tinggal  Ade Raihan di Ciledug, Kota Tangerang, kemudian digeledah petugas.

Polisi Ringkus Perakit dan Penjual Senjata Api Rakitan yang Dipakai Dokter Ryan Helmi Bunuh Istrinya

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan dua pucuk senjata api rakitan dan empat proyektil yang juga rakitan ditemukan di kediaman Ade Raihan.

Setelah menemukan barang bukti tersebut, Ade Raihan pun dijadikan sebagai tersangka oleh Polres Tangerang Selatan.

"Dia punya senjata api rakitan yang tak berizin. Korban kita jadikan tersangka untuk kepemilikan senjata," ujar Ferdy.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya menyimpan senjata api rakitan, Ade Raihan dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved