Pemilu 2019

Polisi Kembali Ringkus Penyebar Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos, Kali Ini di Brebes

POLRI kembali mengamankan seorang pelaku penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Polisi Kembali Ringkus Penyebar Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos, Kali Ini di Brebes
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPU Arief Budiman (kiri) dan Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin (kanan) menunjukkan surat suara Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019, di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (4/1/2019). Validasi surat suara dilakukan dengan tanda tangan dari peserta pemilu. Validasi ini merupakan bagian akhir proses validasi surat suara. 

POLRI kembali mengamankan seorang pelaku penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku berinisial J itu diamankan di Brebes, Jawa Tengah.

"Tambahan untuk pelaku yang sudah diamankan atas nama J, yang bersangkutan diamankan di wilayah Polres Brebes. Saat ini sedang ditangani tim gabungan Polres Brebes dan Polda Jawa Tengah," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Lapas Kelebihan Kapasitas, Menkumham Minta Jangan Hanya Pesinetron Pemakai Narkoba yang Direhab

Ia mengatakan, peran J dalam kasus ini sama dengan peran dua tersangka lainnya yang telah diamankan terlebih dahulu, yakni HY dan LS.

Peran yang dimaksud, kata dia, adalah menerima konten tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu dan langsung menyebarkannya di medsos.

"J ini sama dengan dua tersangka yang diamankan, atas nama HY yang di Bogor dan LS yang di Balikpapan, sama perannya. Dia memiliki peran menerima konten tanpa mengklarifikasi, mengkonfirmasi, langsung memviralkan baik melalui akun Facebook-nya maupun akun WA grupnya," jelasnya.

Tes Mengaji Capres-Cawapres Bukan Wewenang KPU

Lebih lanjut, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan, Tim Siber masih fokus memburu orang-orang yang melakukan dua peran dalam hoaks ini.

Pertama adalah memburu kreator atau pembuat konten hoaks. Kedua, memburu orang yang pertama kali menyebarkan hoaks dan viral atau yang biasa disebut buzzer.

Menurut jenderal bintang satu itu, keduanya memiliki peran yang sangat besar dalam kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

"Fokus utama tim siber ini adalah kreator dan buzzer-nya. Karena kreator adalah yang paling bertanggung jawab membuat berita hoaks tersebut. Kemudian, buzzer memiliki tugas memviralkan pertama kali ke seluruh akun media sosial, kemudian diikuti oleh akun-akun masyarakat tanpa mengonfirmasi tanpa mengklarifikasi," papar Dedi Prasetyo. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved