Ini Syarat Sopir Angkot di Kota Bekasi Bisa Jadi Pengemudi TransPatriot

PDMP memberikan sejumlah persyaratan bagi sopir angkutan kota (angkot) yang ingin menjadi pengemudi TransPatriot.

Ini Syarat Sopir Angkot di Kota Bekasi Bisa Jadi Pengemudi TransPatriot
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Bus TransPatriot Kota Bekasi masih sepi penumpang. 

PERUSAHAAN Daerah Mitra Patriot (PDMP) memberikan sejumlah persyaratan bagi sopir angkutan kota (angkot) yang ingin menjadi pengemudi TransPatriot.

Lowongan pekerjaan ini segera disampaikan, mengingat Kota Bekasi telah mendapat bantuan 20 armada bus dari Kementerian Perhubungan melalui Provinsi Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Juru Bicara PDMP Iqbal Daut menjelaskan, syarat yang harus terpenuhi bagi calon sopir adalah memiliki surat izin mengemudi (SIM), usia minimal 30-60 tahun, mengerti tentang teknologi informasi, dan tidak pernah terjerat kasus hukum. Dia menjelaskan, usia 30-60 tahun dianggap matang karena mampu menguasai keadaan bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pemkot Bekasi Rekrut Sopir Angkot Jadi Pengemudi Bus TransPatriot

Selain itu, sopir juga harus memahami teknologi informasi, karena armada TransPatriot telah dibekali sejumlah teknologi modern. Di antaranya, kamera pengawas (CCTV), pintu otomatis yang dikendalikan sopir, pendingin ruangan, dan bahkan nantinya sistem pembayaran angkutan ini menggunakan uang non tunai.

"Ada empat bank yang akan kita jalin kerja sama untuk transaksi non tunai," kata Iqbal, Senin (7/1/2019).

Syarat yang terakhir, kata Iqbal, calon sopir harus tidak pernah terjerat kasus hukum, terutama pidana, maupun terlibat kecelakaan saat mengendarai angkot. Karena itu, guna mengetahui rekam jejak calon sopir, pihaknya akan bekerja sama dengan Polrestro Bekasi Kota.

Andi Arief Dipolisikan, Mantan Wakil Gubernur Timor Timur Bilang Itu Namanya Politik Cengeng

Bagi calon sopir yang tidak pernah terjerat kasus, akan dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polrestro Bekasi Kota.

"Bagi sopir yang pernah melanggar kasus maupun terlibat kecelakaan akan langsung terlihat datanya dan dipastikan tidak lolos persyaratan," jelasnya.

Selain menggandeng polisi, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan lembaga lain seperti Dinas Perhubungan, Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB), Organisasi Angkutan (Organda), serta pemilik angkutan reguler. Dia menyatakan, sistem perekrutan calon sopir dilakukan secara terbuka dan diawasi oleh pemerintah daerah.

Petani Rumput Laut Curhat Sulitnya Transportasi, Sandiaga Uno: Bukannya Sudah Dijanjikan Tol Laut?

"Karena kita mendapat bantuan 20 bus, maka kami akan buka lowongan untuk 40 calon sopir armada bus TransPatriot," ucapnya.

Mengenai gaji sopir, kata Iqbal, pihaknya akan memberikan uang sesuai UMK sebesar Rp 4,2 juta setiap bulan. Namun demikian, pihaknya tengah mengkaji tiga aspek dalam memberikan gaji ke para sopir, yakni aspek yuridis atau aturan, aspek sosiologis, dan aspek ekonomi.

Bila salah satu dari ketiganya, seperti aspek ekonomi, tidak memungkinkan menggaji mereka sebesar Rp 4,2 juta per bulan, maka PDMP memaparkan persoalan itu ke para sopir. Bila kedua belah pihak sepakat, mereka akan membuat surat pernyataan, sehingga tidak ada tuntutan di kemudian hari. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved