Harga Ayam Potong di Pasar Tradisional Masih Tinggi, Tembus Rp 40.000 Per Kilogram

Warga mengeluhkan harga ayam potong yang tak kunjung turun meskipun momentum Natal dan Tahun Baru sudah lewat.

Harga Ayam Potong di Pasar Tradisional Masih Tinggi, Tembus Rp 40.000 Per Kilogram
Warta Kota/Feryanto Hadi
Warga mengeluhkan harga ayam potong yang tak kunjung turun meskipun momentum Natal dan Tahun Baru sudah lewat. Harga ayam potong di pasar tradisional saat ini masih bertahan di kisaran Rp 38.000-Rp 40.000 per kilogram. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU--- Warga mengeluhkan harga ayam potong yang tak kunjung turun meskipun momentum Natal dan Tahun Baru sudah lewat.

Harga ayam potong di pasar tradisional saat ini masih bertahan di kisaran Rp 38.000-Rp 40.000 per kilogram.

"Harganya masih bertahan tinggi, padahal sudah lewat akhir tahun. Zaman sekarang heran. Sekali naik tidak mau turun. Seperti harga telur juga, tidak turun. Kalau zaman dulu ada naik turunnya," kata Fatimah (38) saat ditemui di Pasar Tradisional Pasar Minggu, Senin (7/1/2019).

Mahalnya harga kebutuhan pokok dan lauk pauk, kata Fatimah, memberatkan ibu rumah tangga seperti dirinya.

"Jatah (uang) dari suami enggak naik, tapi harga-harga kebutuhan pada naik. Kalau minta dinaikin uang belanjanya, yang ada malah berantem. Jadi pusing saya," kata Fatimah seraya menertawakan masalah yang ia hadapi.

Pembeli lainnya, Kharunnisa (29), terpaksa mengurangi belanja kebutuhan yang lain lantaran anaknya sudah terbiasa makan daging ayam.

"Anak saya suka protes kalau di meja (meja makan) nggak ada ayam goreng. Terpaksa saya beli, meskipun sedikit," katanya.

Sari (37), pedagang ayam potong di pasar tersebut, juga heran harga pasokan tidak juga turun.

Padahal, sebelum Natal, harga ayam potong per kilogram hanya Rp 32.000 dan naik menjadi Rp 38.000-Rp 41.000 pada momentum sesudahnya.

"Sampai sekarang masih tetap tinggi, turun cuma seribu rupiah. Saya jualnya Rp 38.000-Rp 40.000 per kilogram. Sudah mahal dari sananya (pemasok)," katanya.

Atas tingginya harga tersebut, Sari mengaku kerap mendapatkan komplain dari pembeli.

"Ada yang ngedumel kenapa harganya nggak turun-turun. Saya bilang, tanya saja sama pemerintah. Saya juga nggak tau kenapa masih tinggi harganya. Tapi ada juga yang paham kalau harga lagi tinggi," kata Sari.

Meskipun harga tinggi, Sari mengaku hal itu tidak mengganggu omzet penjualannya.

"Tapi mereka tetap beli meski sambil ngedumel. Karena mungkin sudah terbiasa makan dengan lauk ayam," ungkapnya.

Harga Ayam Potong Tembus Rp 46 Ribu

Tingginya Harga Ayam Bikin Pengunjung Pasar Ogah Beli

Harga Ayam Naik dari Rp 120.000 per Ekor menjadi Rp 150.000 per Ekor di RPHU Rorotan

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved