Pencabulan

Guru Cabuli 13 Murid SD Diputus Pidana Penjara 12 Tahun

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok memutuskan hukuman pidana penjara selama 12 tahun terhadap terdakwa Waliarahman

Guru Cabuli 13 Murid SD Diputus Pidana Penjara 12 Tahun
Warta Kota/Gopis Simatupang
Suasana sidang putusan oknum guru cabul yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Sukmajaya, Kota Depok, Senin (7/1). 

Depok, Warta Kota -- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok memutuskan hukuman pidana penjara selama 12 tahun terhadap terdakwa Waliarahman (24), yang merupakan oknum guru honorer di salah satu sekolah dasar di Kota Depok.

Putusan ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang mengharapkan terdakwa dikurung selama 14 tahun.

Dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Sukmajaya, Kota Depok, Senin (7/1/2019), majelis yang dipimpin hakim ketua Sri Rejeki Marsinta SH, MH, menganggap Waliarahman terbukti melakukan pencabulan terhadap 13 murid laki-lakinya.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana seperti tercantum dalam pasal 82 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 65 ayat 1 KUHP. Memutuskan kepada terdakwa hukuman pidana penjara selama 12 tahun," ujar Hakim Ketua Sri Rejeki Marsinta SH, MH.

Setelah mendengar putusan tersebut, Waliarahman tampak tenang.

Hakim lalu mempersilakan dia berembug dengan kuasa hukum sebelum menanggapi putusan.

Tak lama kemudian, kepada majelis hakim, Waliarahman menyatakan banding.

"Yang mulia, terima kasih atas putusan yang diberikan kepada saya. Setelah konsultasi dengan kuasa hukum, dengan ini saya menyatakan banding," ujar Waliarahman.

Tak lama kemudian, majelis hakim menutup sidang.

Waliarahman lalu digiring masuk ke dalam mobil tahanan.

Pascasidang, tim kuasa hukum terdakwa menolak memberikan keterangan.

Untuk diketahui, perbuatan cabul tersebut dilakukan Waliarahman dalam kurun dua tahun, antara 2016-2018.

Dia mengancam murid laki-laki yang menolak kemauannya akan mendapat nilai jelek di mata pelajaran Bahasa Inggris yang diajarnya.

Dalam dakwaan, perilaku seks menyimpang itu dilakukan di dalam dan di luar lingkungan sekolah. Antara lain di ruang kelas, perpustakaan, hingga kolam renang di luar sekolah. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved