Pemilu 2019

Fadli Zon: Kalau Dinodai Kriminalisasi, Mendingan Enggak Usah Ada Demokrasi

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengajak semua pihak berdemokrasi tanpa adanya kriminalisasi.

Fadli Zon: Kalau Dinodai Kriminalisasi, Mendingan Enggak Usah Ada Demokrasi
Warta Kota
Fadli Zon 

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengajak semua pihak berdemokrasi tanpa adanya kriminalisasi.

Hal itu ia sampaikan menanggapi pelaporan yang ditujukan kepada Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ke polisi, terkait cuitan di Twitter yang menyebut adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Menurutnya, pelaporan tersebut adalah bagian dari kriminalisasi.

Laporkan Kasus Hoaks Surat Suara Dicoblos ke Polisi, KPU Dinilai Agak Berlebihan

"Apa yang dicuitkan oleh Saudara Andi Arief di Twitter-ya itu bukan menyebarkan hoaks. Coba dibaca dengan jernih, dia kan hanya meminta klarifikasi, minta itu dicek," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

"Jadi janganlah demokrasi kita dinodai dengan kriminalisasi. Kalau demokrasi kita dinodai kriminalisasi, mendingan enggak usah ada demokrasi," imbuhnya.

Wakil Ketua DPR itu menilai, dalam iklim demokrasi, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Oleh karenanya, Fadli Zon mengimbau tak boleh ada upaya kriminalisasi dengan dasar perbedaan pendapat.

Sekjen PBNU: Banyak yang Ingin Tahu Capres Bisa Baca Alif Ba Ta Tsa Apa Enggak?

"Makanya hal-hal yang berbeda pendapat enggak usah dikriminalisasi. Hal-hal yang berbeda pendapat warna demokrasi, ya harus berbeda pendapat. Kalau semuanya sependapat, semuanya senada gitu, ya bukan demokrasi namanya," tutur Fadli Zon.

Sebelumnya, Andi Arief dalam akun Twitternya menuliskan bahwa ada kabar tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok.

Namun, twit Andi Arief yang diposting pada Rabu malam pukul 20.00 WIB itu ,kemudian sudah tidak tampak pada linimasa akun twitternya.

Mengaku Rumahnya di Lampung Digeruduk Polisi, Andi Arief Sebut Seperti Negara Komunis

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar," tulis Andi Arief.

Jajaran KPU dan Bawasalu kemudian mengecek mengenai informasi tersebut ke Tanjung Priok. Setelah dicek, Ketua KPU memastikan bahwa kabar itu hoaks.

Twit Andi Arief itu pun berbuntut panjang. Relawan TKN Jokowi-Maruf Amin melaporkan tiga orang yang diduga menyebarkan kabar palsu itu ke Bareskrim Polri. Satu dari tiga orang itu berinisial A.

Relawan TKN Suhadi mengatakan, pelaporan dilakukan karena kabar palsu itu berpotensi membuat masyarakat tidak percaya pada proses pemilu. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved