DPRD DKI Bakal Tolak Tiga Orang yang Diusulkan PKS Jadi Wagub DKI

DPRD DKI bakal menolak tiga kandidat Wakil Gubernur (Wagub) DKI yang diajukan PKS ke Dewan Kebon Sirih.

DPRD DKI Bakal Tolak Tiga Orang yang Diusulkan PKS Jadi Wagub DKI
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ketua Paguyuban DPD Partai Hanura Seluruh Indonesia, Mohamad Ongen Sangadji 

DPRD DKI bakal menolak tiga kandidat Wakil Gubernur (Wagub) DKI yang diajukan PKS ke Dewan Kebon Sirih.

Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI, Mohamad Ongen Sangaji, menilai tiga orang yang diajukan sebagai kandidat pengganti Sandiaga Uno tidak memiliki kemampuan memimpin ibu kota.

3 orang yang diajukan, antara lain Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Agung Yulianto, dan Ketua Dewan Syariah (DSW) DPW PKS DKI Ahmad Suhaimi.

Menurut Ongen, ketiganya belum teruji sebagai orang nomor dua di Jakarta dan memang tak paham persoalan Jakarta.

“Saya bukan menolak atau tak suka dengan kader PKS. Tetapi, saya kasian dengan Jakarta kalau dipegang dengan orang yang salah,” kata Ongen di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, (7/1).

Karena itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI itu menyarankan, PKS dan Gerindra DKI kembali duduk bareng sebagai pemilik sah kursi Wagub DKI. Berdasar, aturan dua partai itu yang berhak mengajukan calon untuk dipilih oleh DPRD DKI.

“Masak, kami disuruh memilih orang yang memiliki trackrecordnya tak jelas. Inget, DKI miliki APBD besar. Kalau salah bisa bahaya. Jangan samakan DKI, dengan provinsi lain atau kelas wali kota. Permasalahanya beda," jelasnya.

Menurut dia, banyak tokoh DKI yang berkiprah di nasional bisa diajukan sebagai Wagub DKI pengganti Sandi. Sebab. Orang nomor dua di Jakarta itu, bukan posisi ban serep saja, artinya mesti punya kompetensi yang baik.

“Wagub DKI harus betul-betul yang mampu menjalankan tugas maupun fungsinya. Saya yakin, jika tiga orang yang diajukan PKS terpilih, hanya duduk mania saja. Ini bisa saya pastikan. Makanya, Hanura menolak,” tegas dia.

“Hanura tak akan ikut campur internal Gerindra dan PKS dalam tentukan calon. Tapi, ya harus yang paham Jakarta. Bagi, saya tiga orang kader PKS tak paham Jakarta. Repot. Kalau wagub tak paham daerah,” tambahnya.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved