Disebut Lebih Mahal dari Transjakarta, Bekasi Sebut Tarif Transpatriot Wajar

Pemkot Bekasi menyebut tarif bus Transptriot masih wajar kendati lebih tinggi daripada tarif Tranjakarta.

Disebut Lebih Mahal dari Transjakarta, Bekasi Sebut Tarif Transpatriot Wajar
m18/Muhammad Azzam
TRANSPATRIOT menjalani uji coba, Kamis (22/11/2018, sebelum dioperasikan pada Senin (26/11/2018) mendatang. 

Meski tarif angkutan umum TransPatriot milik Kota Bekasi lebih mahal Rp 500, dibanding TransJakarta milik Pemprov DKI Jakarta.

Namun daerah berjuluk Kota Patriot ini menyebut, tarif tersebut merupakan nilai yang wajar karena pemerintah telah memberikan armada yang nyaman dan aman.

"Tarif Rp 4.000 memurut kami harga yang wajar karena kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat dan kita tidak melulu memberikan subsidi kepada masyarakat, namun ada juga kontribusi masyarakat dengan penerapan tarif tersebut," kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dedet Kusmayadi pada Senin (7/1/2018).

Menurut Dedet, tarif sebesar Rp 4.000 yang dibebankan masyarakat sudah melalui kajian yang matang oleh pemerintah daerah dan operator bus yakni Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP).

Apalagi tarif itu sebetulnya sudah termasuk subdisi yang diberikan pemerintah sebesar Rp 3.000 per orang.

"Berdasarkan penghitungan biaya operasional satu penumpang harusnya Rp 7.000, tapi pemerintah memberikan subdisi Rp 3.000 sehingga penumpang dibebankan tarif Rp 4.000," ujarnya.

Dia berharap, agar masyarakat mengerti dan memahami tarif yang dikeluarkan pemerintah.

Apalagi pemerintah telah memberikan angkutan yang nyaman dan aman untuk ditumpangi.

"Armada ini sangat nyaman dan aman karena selain terdapat pendingin ruangan (AC) dan kamera pengawas (CCTV), sopir yang mengendarai angkutan ini juga tidak ugal-ugalan," ungkapnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved