Cegah Penularan HIV/AIDS, Wali Kota Depok Minta Warga Laporkan Aktivitas LGBT

WALI Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad meminta warga melaporkan aktivitas kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayahnya.

Cegah Penularan HIV/AIDS, Wali Kota Depok Minta Warga Laporkan Aktivitas LGBT
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad. 

WALI Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad meminta warga melaporkan aktivitas kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayahnya.

Dia mengatakan, instruksi ini dikeluarkan untuk mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan memutus aksi kekerasan terhadap anak.

"(Instruksi dikeluarkan) karena aduan dari masyarakat sudah mengkhawatirkan kekerasan terhadap anak dan peningkatan penderita HIV/AIDS. Itu yang jadi ukuran, bukan LGBT-nya, tapi penyakitnya," ujar Mohammad Idris Abdul Shomad ditemui wartawan di Balai Kota Depok, Senin (7/1/2019).

Jadi Cawagub DKI, Suhaimi Berharap yang Lolos Fit and Proper Test Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu

Kata Mohammad Idris Abdul Shomad, dasar instruksi untuk melaporkan kegiatan LGBT adalah surat edaran yang dia keluarkan tahun lalu. Namun, ada kemungkinan penanggulangan LGBT diatur dalam bentuk peraturan daerah (Perda) dan kini sedang digodok oleh DPRD Kota Depok.

"Ini juga akan dimusyawarahkan lagi antara kita dengan Dewan. Kajian akademisnya kita akan serahkan ke UI, Unpad, kerja sama dengan Unair," bilang Wali Kota.

Karena belum memiliki aturan yang jelas, lanjut Mohammad Idris Abdul Shomad, pelaporan aktivitas kaum LGBT harus disikapi dengan hati-hati. Karena persepsi setiap orang dalam menilai orang lain dapat berbeda-beda.

Copet Pura-pura Jadi Penumpang Angkot Nyaris Dihakimi Warga, Diduga Pemain Lama

"Karena belum ada undang-undangnya, belum ada juklaknya (petunjuk pelaksanaan), pesannya bisa beda-beda ukuran kejiwaan seseorang dan masalah budaya, dan kecurigaan. Misalkan, saya nuntun kamu bisa saja (menurut orang lain) orang ini LGBT, ada orang yang bilang enggak mungkin. Itu tergantung hati seseorang," paparnya.

"Misalnya tidak boleh gandeng-gandeng mesra-mesraan sesama laki-laki gimana? Ukurannya enggak ada. Giliran main sama cewek lain dibilang selingkuh, kalau kita main sesama cowok dibilang LGBT. Terus kita dekat-dekat sama siapa? Makanya harus ada aturan dan sesuai aturan etika," sambung Mohammad Idris Abdul Shomad.

Mohammad Idris Abdul Shomad mengimbau pelaporan aktivitas LGBT melalui Instruksi Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Penguatan Ketahanan Keluarga terhadap Perilaku Menyimpang Seksual. Regulasi tersebut mengatur anti LGBT di Kota Depok sejak 8 Maret 2018. Selanjutnya, perangkat daerah terkait melakukan tugas sesuai tupoksinya.

Wali Kota juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 460/90-Dinsos tentang Pelaksanaan Penguatan Ketahanan Keluarga terhadap Perilaku Penyimpangan Seksual. Surat tersebut ditujukan bagi pelaku usaha, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat atau keagamaan, pengurus RT-RW, dan kepala keluarga di Kota Depok. (*)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved