Korban Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka Tulang Punggung Keluarga

Nurhayati (36), korban pembunuhan di Apartemen Green Pramuka, merupakan tulang punggung keluarga.

Korban Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka Tulang Punggung Keluarga
Istimewa
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, CILINCING--- Nurhayati (36), korban pembunuhan di Apartemen Green Pramuka, merupakan tulang punggung keluarga.

Nurhayati yang tewas setelah ditusuk sebanyak 10 kali tusukan itu diketahui bekerja di tempat hiburan di wilayah Jakarta Pusat sejak beberapa tahun silam.

Kakak korban, Nurlela mengatakan, adiknya tersebut selalu membantu perekonomian keluarga.

Menurutnya korban selalu menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu perekonomian keluarga.

"Mau matinya saja dia nolongin saya, ngebantu saya, pokoknya dia tulang punggung keluarga. Yang dia pikirin keluarganya saja," kata Nurlela sembari menahan tangis, Minggu (6/1/2018).

Nurlela menceritakan korban yang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara itu bahkan sempat mendirikan warung kelontong untuk dikelola dirinya.

Sementara dua anak Nurlela juga sudah dianggap korban seperti anaknya sendiri.

"Dia sayang banget sama anak-anak saya. Jangankan anak-anak saya, kebutuhan saya dipenuhin juga. Adik saya juga ada yang ditanggung dia," ungkapnya.

Nurhayati ditemukan tewas di lorong lantai 16 Tower Chrysant Apartemen Green Pramuka pada Sabtu (5/1) malam.

Nurhayati tewas dengan 10 tusukan di tubuhnya.

Belakangan pelaku diketahui berinisial H yang merupakan mantan satpam Apartemen Green Pramuka.

Pelaku tega membunuh korban lantaran sakit hati karena pernah diludahi oleh Nurhayati.

Polisi Bekuk Pembunuh Nurhayati Yang Tewas Dengan 10 Luka Tusuk

Saat Ditemukan Tergeletak Dengan 10 Luka Tusuk, Nurhayati Belum Meninggal Dunia

Tewas di Lorong Apartemen Green Pramuka City, Tubuh Nurhayati Penuh Luka Tusukan

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved