News

Preman Mabuk Lem dan Pengamen Terjaring Di Tanah Abang

kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan ada 100 personel gabungan yang diterjunkan untuk memberantas para preman.

Preman Mabuk Lem dan Pengamen Terjaring Di Tanah Abang
wa
Preman Mabuk Lem dan Pengamen tertangkap di Tanah Abang. 

Warta Kota, Tanah Abang -- Jajara Polres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 05/01 Jakarta Pusat kembali melakukan operasi pemberantasan preman. Setelah melakukan operasi di sekitar Pasar Senen, kini kawasan Pasar Tanah Abang jadi lokasi dilakukannya operasi.

Preman Mabuk Lem dan Pengamen tertangkap di Tanah Abang.
Preman Mabuk Lem dan Pengamen tertangkap di Tanah Abang. (Warta Kota)

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan ada 100 personel gabungan yang diterjunkan untuk memberantas para preman yang meresahkan masyarakat.

"Ini sasarannya ada yang di blok-blok Pasar Tanah Abang dan seputaran Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim dan Thamrin City. Mereka selalu meresahkan masyarakat, melakukan pemalakan dan restribusi liar," kata Roma di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).

Hasilnya, ada 43 preman yang ditangkap di tiga titik operasi. Barang bukti yang diamankan antara lain lem, pisau, gitar untuk mengamen, dan uang retribusi ilegal.

Mereka ada yang teler hingga dalam keadaan mabuk saat ditangkap ketika nongkrong di pinggir jalan. Bahkan, ada yang sempat mengigau saat diciduk aparat Kepolisian.

"Ada pengamen liar, orang yang membawa senjata tajam dan ada juga parkir liar," jelas Roma.

Para juru parkir liar yang berjumlah 10 orang ini memberikan retribusi ilegal yang dicetaknya sendiri. Pelaku memotong kertas parkir dan diberikan tulisan Rp 10 ribu yang diberikan kepada pengendara di kawasan Thamrin City.

"Duitnya masuk ke kantor pribadi, karena gak sesuai. Ini gak sesuai ya dengan aturan rertribusi. Ini ilegal. Termasuk tanda parkir ini juga ilegal Kami akan proses semua. Kami akan dalami terus ya berapa keuntungan mereka. Operasi ini akan kami terus lakukan karena parkir liar ini meresahkan masyarakat," ungkap Roma.

Roma menjelaskan, modus parkir liar ini sudah lama karena mereka pernah ditindak sebelumnya. Namun, kini muncul kembali.

"Sebelum Natal dan Tahun Baru pernah kami usut dan dirilis di Polda Metro. Kami akan usut tuntas terus," jelas Roma.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved