Pemilu 2019

IPW Kritik Polisi Lamban Memproses Andi Arief dan Tengku Zulkarnain

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyesalkan sikap polisi dalam menangani kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

IPW Kritik Polisi Lamban Memproses Andi Arief dan Tengku Zulkarnain
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua KPU Arief Budiman memberikan keterangan kepada wartawan seusai melapor ke Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019). KPU melaporkan hoaks tentang surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh kontainer yang telah tercoblos dan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke Bareskrim Polri. 

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyesalkan sikap polisi dalam menangani kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos.

Sebab, ia menilai polisi begitu cepat menangkap dua tersangka penyebar hoaks yang notabene 'wong cilik'. Di sisi lain, sangat lamban menangkap tersangka penyebar hoaks 'wong gede', yang notabene politikus dan tokoh organisasi keagamaan.

Neta S Pane mengatakan, Polri harus berada di depan untuk memerangi hoaks di negeri ini. Siapa pun yang terlibat harus segera ditangkap, diperiksa, dan kasusnya dituntaskan di pengadilan.

Sebelum Meninggal, Torro Margens Sempat Muntah Darah Saat Shooting

"Apakah tersangkanya wong cilik maupun wong gede harus diproses hukum, agar tidak ada diskriminasi dan orang-orang gede tidak latah menjadi penyebar hoaks," ujar Neta S Pane, dalam keterangannya, Sabtu (5/1/2019).

Sebab itu, IPW mempertanyakan sikap polisi yang begitu cepat menangkap HY di Bogor dan LS di Balikpapan.

Sedangkan tokoh Partai Demokrat Andi Arief dan tokoh organisasi keagamaan Tengku Zulkarnain, katanya, belum ada tanda-tanda akan diproses hukum.

Dinas LH Kabupaten Bekasi Siap Bersihkan Kali Pisang Batu, Syaratnya Warga yang Angkut Sampah

"Seharusnya kedua tokoh itu juga segera ditangkap, sama seperti polisi menangkap HY dan LS. Sebab, peran antara HY dan LS sama dengan peran Arif dan Zulkarnaen, yakni sama sama menerima konten hoaks dan kemudian menyebarkannya," tuturnya.

Lebih lanjut, IPW mendesak polisi agar tidak bersikap diskriminasi. Polisi harus mampu menjaga dan menegakkan kehormatan upaya penegakan hukum di negeri ini.

Sebab, menurutnya polisi adalah hulu dari terciptanya rasa keadilan masyarakat. Jika hulu keadilan tersebut tidak terawat dan malah kerap bersikap diskriminatif serta takut pada wong gede, masyarakat akan mempertanyakan bagaimana rasa keadilan dalam kehidupan berbangsa bisa tercipta.

Anak Ungkap Torro Margens Jarang Sakit Parah

Terutama, menjelang Pilpres 2019, kata dia, jajaran kepolisian harus berani bersikap tegas terhadap semua pelaku hoaks, baik wong cilik maupun wong gede.

Ia menilai kegaduhan akan muncul apabila polisi tidak berani bersikap tegas, terutama pasca-penghitungan hasil Pilpres 2019.

"Pihak-pihak yang kalah bisa saja melontarkan hoaks bahwa ada kecurangan dalam pilpres. Logika yang dipakai bukan mustahil adalah kasus hoaks tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos. Masyarakat akan menjadi bingung dan potensi kekacauan akan terjadi," papar Neta S Pane.

BPN Prabowo-Sandi Siap Bantu Andi Arief

Sebab, lanjutnya, polisi harus berani bersikap tegas untuk mengantisipasi dan melakukan deteksi dini terhadap manuver pihak-pihak tertentu di Pilpres 2019 maupun pasca-pilpres.

"Sikap tegas polisi untuk menindak semua penyebar hoaks sangat diperlukan, agar Pilpres 2019 menjadi sebuah kegembiraan politik yang aman dan damai bagi Bangsa Indonesia," ucapnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved