Sekdes Minta Dibangun Bendungan Penyaring Sampah di Perbatasan Kota Bekasi, Ini Alasannya

Tumpukan sampah memenuhi Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Sekdes Minta Dibangun Bendungan Penyaring Sampah di Perbatasan Kota Bekasi, Ini Alasannya
Warta Kota/Muhammad Azzam
Tumpukan sampah memenuhi Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

WARTAKOTA, BEKASI -- Tumpukan sampah memenuhi Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Muhamad Yusuf, Sekretaris Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi menyebut tumpukan sampah yang terjadi di Kali Pisang Batu merupakan sampah kiriman dari Desa lain di Kabupaten Bekasi maupun dari wilayah Pemerintah Kota Bekasi.

Untuk itu ia meminta agar dipasang bendungan penyaring sampah agar mengetahui sampah yang terjadi ini ulah warga Kabupaten Bekasi atau Kota Bekasi.

"Ini kan hulu dari Kali Pejuang terus melewati Perumahan Pondok Ungu di Kota Bekasi. Jadi saran saya Kabupaten Bekasi bisa pasang besi penyaringan Kali perbatasan sehingga bisa kelihatan ini sampah yang banyak dari warga Kota Bekasi atau Kabupaten Bekasi," katanya saat ditemui Wartakota, di Kantor Desa Pahlawan Setia, Jumat (4/1/2019).

Yusuf mengungkapkan langkah itu dilakukan agar wilayah Kabupaten Bekasi khususnya wilayah Desanya tidak terkena imbasnya.

"Ini kan volume sampah banyak bangat, dari mana mana. Ya mungkin ada dari wilayah Desa lain di Kabupaten Bekasi, tapi jangan salah warga Kota Bekasi juga nyumbang sampah ini karena hulunya dari sana," jelasnya.

Muhamad Yusuf, Sekretaris Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Muhamad Yusuf, Sekretaris Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Ia mengatakan kebanyakan tumpukan sampah di Kali maupun pinggir jalan itu dibuang oleh warga perumahan.

Sebab, jika warga kampung selalu membuang sampah di kebon kosong memiliknya untuk kemudian dibakar dan ditimbun ditanah.

"Kalau warga kami tidak ada buang sampah di Kali. Justru yang kena imbasnya sering bersihin. Kalau warga perumahan di Desa kami juga sudah ada sistem pembuangannya. Itu sampah dari warga perumahan di wilayah lain dan dari Kota Bekasi," ujarnya.

Ia mengaku kesal dan pusing, wilayahnya terkena imbas dari penumpukan sampah ini. Hal itu dikarenakan, aliran Kali Pisang Batu merupakan hilir Kali sehingga semua sampah melewati wilayahnya sebelum nanti menuju ke Kali Banjir Kanal Timur (BKL) untuk menuju Laut di Marunda, Jakarta Utara.

Aliran awal atau hulu Kali ini dimulai alirannya dari wilayah Pejuang Pemerintah Kota Bekasi menuju ke perbatasan dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi di Desa Setia Asih, lalu ke Pahlawan Setia menuju ke Setia Mulya terus mengalir ke Desa Pantai Makmur hingga ke Desa Segara Makmur dan ujung ke BKT menuju tembus ke laut di Marunda Jakarta Utara.

"Jadi wilayah kita kena imbasnya sampah, entah itu dari Desa lain di Kabupaten Bekasi atau dari wilayah Pemerintah Kota Bekasi. Kalau warga kita engga ada buang ke Kali," katanya.

Tumpukan sampah memenuhi Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Tumpukan sampah memenuhi Kali Pisang Batu di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Selain upaya membuat bendungan dan penyaringan sampah, dirinya juga meminta agar Kali ini dibuatkan turat atau sheet pile. Sehingga bisa terlihat rapi dan tidak longsor.

"Kali ini harus ada turap supaya lebih tertata, ityu juga agar masyarakat tidak menguruk tanah kemudian bangun rumah di bantaran Kali. Kadang kalau tidak diturap mereka ambil daerah lahan di bantaran Kali ini sehingga Kali nya jadi berkurang lebarnya," ucapnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved