Gubernur Banten Minta Tenda Untuk Kelas Darurat Anak Sekolah

Gubernur Banten, Wahidin Halim melakukan pengecekan rutin ke Posko Pusat Bantuan Langsung Logistik Peduli Tsunami Selat Sunda.

Gubernur Banten Minta Tenda Untuk Kelas Darurat Anak Sekolah
Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Halim kembali melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Banten terkait penanganan korban dampak tsunami Selat Sunda, Kamis (27/12/2018). 

Gubernur Banten, Wahidin Halim melakukan pengecekan rutin ke Posko Pusat Bantuan Langsung Logistik Peduli Tsunami Selat Sunda, bertempat di Gedung Plaza Aspirasi, Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang.

Pria yang akrab disapa WH ini memastikan ketersediaan logistik, kesiapan petugas dan penanganan sejumlah masalah yang akan dihadapi dari dampak terjadinya bencana.

Lawan Lampung All Star, Persija Gelar Pertandingan Amal untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Warga dan Lurah Marunda Galang Dana Untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Kedatangan Gubernur didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten Ino S Rawita, dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Irjen Tomsi Tohir pun turut hadir ke lokasi.

 Dalam kesempatan tersebut, Wahidin meminta seluruh pihak terkait agar lebih memantapkan koordinasi dalam kaitan penanganan pengungsi.

Duka Tsunami Selat Sunda, Panggung Hiburan di Kepulauan Seribu Digelar Siang

Korsleting Listrik, Delapan Rumah Kontrakan di Koja Hangus Dilalap Si Jago Merah

Khususnya terkait pemutakhiran data korban atau pengungsi.

Ketersediaan bantuan logistik dan distribusi logistik dengan tujuan agar penanganannya tepat sasaran.

"Termasuk antisipasi menjelang masa masuk sekolah pada 7 Januari 2019 nanti. Saya ingin memastikan agar tim di lapangan sediakan tempat untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berupa kelas-kelas darurat menggunakan tenda atau sebagainya. Ini untuk awal masa pemulihan sambil menunggu ketersediaan tempat yang cukup," ujar Wahidin, Kamis (3/1/2019).

Viral! DJ Terbaik Dunia Steve Aoki Naik Ojek Online di Bali Hindari Kemacetan

Tahun 2018 Tujuh PNS Tangerang Selatan Dipecat Akibat Korupsi, 10 Orang Jarang Masuk Kantor

Oleh karenanya, Gubernur meminta dinas terkait agar melakukan pendataan siswa beserta penempatan posisi yang tepat untuk dijadikan lokasi KBM. Dan mencatat kebutuhan agar proses KBM bisa berjalan dengan baik.

"Kita juga membahas permasalahan penyediaan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) yang sementara ini belum mencukupi secara jumlah," ucapnya.

Atas hal tersebut, Gubernur berharap ketersedian jumlah MCK terus ditambah.

Tahun Ini Pemkot Bekasi Tambah 100 Bank Sampah

Ini Daftar Lengkap Perubahan Avanza Facelift yang Sudah Mulai Bisa Dipesan

Untuk memastikan itu semua, Wahidin akan segera melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Pemprov, Pemkot, Pemkab, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta stakeholder terkait agar penyelesaian masalah dapat segera dilakukan.

"Rakor diagendakan sore ini di Posko Labuan, yang juga akan membahas perpanjangan masa tanggap darurat bencana," kata WH.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved