Bekasi Isyaratkan Putus Kerjasama Kartu Sehat Berbasis NIK Kepada Rumah Sakit Nakal

"Bagi yang nakal–nakal (rumah sakit) dan yang sering komplain, sudahlah. Kita enggak usah (kerja sama)," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Bekasi Isyaratkan Putus Kerjasama Kartu Sehat Berbasis NIK Kepada Rumah Sakit Nakal
Warta Kota/Muhamad Azzam
Puskesmas di Bintara, Bekasi Barat. Warga Kota Bekasi yang memiliki Kartu Sehat harus mendapatkan surat rujukan dari puskesmas jika ingin berobat ke rumah sakit. 

PEMERINTAH Kota Bekasi mengisyaratkan rumah sakit swasta yang tidak sejalan dengan keinginan daerah akan diputus dalam kerjasama kepesertaan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK).

Di sisi lain, pemerintah daerah sudah menyiapkan tiga rumah sakit tipe D sebagai penggantinya.

"Bagi yang nakal–nakal (rumah sakit) dan yang sering komplain, sudahlah. Kita enggak usah (kerja sama)," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Pemerintah Kota Bekasi dengan Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSSI) sempat berbeda pandangan soal jumlah tunggakan tagihan KS NIK.

ARSSI menyebut pemerintah daerah memiliki tunggakan sebesar Rp 200 miliar untuk 36 rumah sakit swasta setempat.

Sementara Wali Kota Bekasi menyebut, tunggakan yang dimiliki pemerintah daerah berdasarkan verifikasi Dinas Kesehatan sebesar Rp 129 miliar.

"Saya mendapat laporan direkap itu sampai dengan Rp 129 miliar, jadi jauh yang diisukan," kata Rahmat Effendi.

"Jangankan Rp 200 miliar, sebesar Rp 500 miliar pun akan kita bayar, karena buat rakyat kita loh," tambah Rahmat.

Menurut Rahmat, dari 43 rumah sakit yang bekerjasama dengan pemerintah, 32 di antaranya telah mengusulkan perpanjangan kontrak.

Namun, pemerintah tetap mengevaluasi keinginan mereka itu guna mengetahui keseriusan rumah sakit menjalin kerjasama dengan daerah.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved