Pemilu 2019

Bareskrim Buru Pemosting Pertama dan Penyebar Berita Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos

Arief Sulistyanto mengatakan, pihaknya juga telah melakukan kegiatan investigasi sesuai perintah Kapolri melalui tim Bareskrim Siber.

Bareskrim Buru Pemosting Pertama dan Penyebar Berita Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos
Warta Kota/Feryanto Hadi
Puluhan ribu surat sampul suara di wilayah Jakarta Selatan tiba di Jakarta, Kamis (13/12/2018), dikirim dari Kudus, Jawa Tengah dan segera disimpan di gudang penyimpanan surat suara di kawasan Kalibata Tengah, Pancoran. 

KABARESKRIM Polri Komjen Arief Sulistyanto mengaku mendapat instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk menyelidiki kasus tujuh kontainer surat suara tercoblos dari Tiongkok.

Arief Sulistyanto mengatakan, pihaknya juga telah melakukan kegiatan investigasi sesuai perintah Kapolri melalui tim Bareskrim Siber.

"Ya, sejak kemarin atau tadi malam ada informasi tentang masuknya kontainer surat suara dari Cina yang sudah dicoblos, tim Bareskrim siber sudah melakukan kegiatan investigasi sampai dengan saat ini," ujar Arief Sulistyanto di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Pastikan Kabar Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos Hoaks, KPU Minta Penyebarnya Ditangkap

"Dan Bapak Kapolri sudah memberikan instruksi kepada Kabareskrim, kepada saya, untuk betul-betul melakukan penyelidikan terhadap masalah ini," sambungnya.

Arief Sulistyanto yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih tampak didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Tjahjo Kumolo sendiri memang mendatangi Bareskrim untuk mengungkap kasus tersebut.

Arief Sulistyanto mengatakan, Tjahjo Kumolo datang kepadanya dan mendukung untuk melakukan pengungkapan siapa yang melakukan penyebaran berita atau posting pertama, hingga yang turut menyebarkan berita tidak benar itu.

Sejak Boaz Solossa pada Musim 2013, Belum Ada Lagi Pemain Indonesia yang Jadi Topscorer Liga 1

"Yang pertama posting, sampai siapa saja yang ikut dalam menyebarkan berita yang ternyata tidak benar," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut harus diperangi bersama agar proses Pemilu 2019 mendatang dapat terjaga kondisi dan kualitasnya.

Jenderal bintang tiga itu menegaskan, Polri siap bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu untuk menegakkan hukum serta mengatasi masalah yang mengganggu kelancaran pemilu nantinya.

Komisi II DPR akan Bentuk Pansus Bila Kemendagri Tak Ungkap Kasus Tercecernya Ribuan KTP Elektronik

"Seperti yang disampaikan Pak Mendagri bahwa proses pemilu yang akan berlangsung ini harus terjaga kondisi kualitasnya," kata dia.

"Polri sudah siap melakukan penegakan hukum yang sedang dilakukan saat ini dan kami bekerja sama dengan KPU, dengan Bawaslu, mengatasi semua masalah-masalah yang mungkin akan mengganggu kelancaran pemilu nanti," papar Arief Sulistyanto. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved