Warganet Serbu Hutan Bunga Matahari di Tangerang

Hutan Bunga Matahari menjadi viral baru-baru ini di media sosial. Secepat itu pulan hutan ini 'dibanjiri' warganet.

Warganet Serbu Hutan Bunga Matahari di Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Taman Bunga Matahari di Gang Makam, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (2/1/2019). 

WARTA KOTA, PINANG --- Ardi (22) yang kerap berselancar di jejaring medis sosial (medsos) mengaku tertarik dengan Hutan Bunga Matahari yang mendadak viral baru-baru ini.

Dia pun mencoba mengunjungi lokasi tersebut yang berada di Gang Makam, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Ardi mengunjungi tempat itu bersama teman-temannya. Dirinya tertegun ketika melihat hamparan sawah digarap menjadi hutan yang dipadati oleh tanaman bunga matahari.

Asal Mula Kehadiran Hutan Bunga Matahari di Gang Makam Tangerang yang Hebohkan Warga

Warga asal Sepatan, Kabupaten Tangerang, itu mulai memasuki area lokasi tersebut.

Kedua matanya mulai melirik satu batang pohon, kemudia berlanjut ke batang-batang pohon lainnya.

Lalu, dia memegang bunga matahari dan mengabadikan dirinya lewat ponsel miliknya.

"Saya tahu tempat ini ya dari medsos. Penasaran juga, sekalian mau coba tanam di rumah," ujar Ardi saat berbincang santai dengan Warta Kota di Hutan Bunga Matahari, Pinang, Kota Tangerang, Rabu (2/1/2019).

Ardi pun sempat bertanya kepada pengelola mengenai perawatan terhadap tanaman ini. Dia pun membeli bibit bunga matahari tersebut.

Hutan Bunga Matahari yang Hadir di Tangerang Bikin Heboh

"Tadi niatnya mau beli bibit, tapi lagi enggak ada. Adanya pohonnya langsung," ucapnya.

"Satu batang pohon harganya Rp 25.000, saya beli dua untuk ditanam di rumah," kata  Ardi.

Fina (19), pengunjung lainnya, juga tertarik terhadap destinasi wisata baru ini. Dara asal Sangiang, Kota Tangerang, ini meluangkankan waktu untuk berkunjung ke Hutan Bunga Matahari.

"Ya lihat-lihat di Instagram, bagus juga. Makanya mau coba datangin langsung. Sekalian lewat juga ke Alam Sutera. Enak tempatnya buat nyantai," kata Fina.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved