Terminal Kampung Melayu Kini Dilengkapi Pos Palayanan Terpadu

Polres Metro Jakarta Timur, Kodim 0505/JT, dan Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama-sama meresmikan Pos Pelayanan Terpadu Terminal Kampung Melayu.

Terminal Kampung Melayu Kini Dilengkapi Pos Palayanan Terpadu
Warta Kota/Rangga Baskoro
Polres Metro Jakarta Timur, Kodim 0505/JT, dan Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama-sama meresmikan Pos Pelayanan Terpadu Terminal Kampung Melayu. 

WARTA KOTA, JATINEGARA--- Polres Metro Jakarta Timur, Kodim 0505/JT, dan Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama-sama meresmikan Pos Pelayanan Terpadu Terminal Kampung Melayu.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Yoyon Toni Surya Putra mengatakan, pos terpadu tersebut tak hanya berisi pelayanan terkait pengamanan saja.

"Selain memberikan pelayanan pengamanan bagi masyarakat di Kampung Melayu, pos ini juga berisi pelayanan lain dari Pemda dan TNI," kata Toni di lokasi, Rabu (2/1/2019).

Pos terpadu itu dilengkapi dengan empat pelayanan yang akan memudahkan masyarakat ketika transit di Terminal Kampung Melayu, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Terminal Kampung Melayu.

"Ada empat pelayanan yang ada di pos terpadu ini, pertama perpanjangan SIM A dan C, kedua pelayanan perekaman e-KTP dan data kependudukan lain seperti Kartu Identitas Anak (KIA), ketiga pelayanan SKCK dan keempat juga melayani laporan kehilangan," kata Toni.

"Bagi masyarakat yang mungkin barang-barangnya hilang setelah perjalanan sampai di Terminal Kampung Melayu, di sini bisa dibuatkan surat kehilangan. Bisa juga pengaduan adanya tindak pidana dan lainnya," katanya.

Polres Metro Jakarta Timur, Kodim 0505/JT, dan Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama-sama  meresmikan Pos Pelayanan Terpadu Terminal Kampung Melayu.
Polres Metro Jakarta Timur, Kodim 0505/JT, dan Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama-sama meresmikan Pos Pelayanan Terpadu Terminal Kampung Melayu. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Toni mengatakan, alasan dipilihnya Terminal Kampung Melayu sebagai lokasi pos pelayanan terpadu tak lain lantaran stigma tidak aman yang ada di masyarakat ketika melintas di kawasan tersebut.

"Karena memang lokasi ini tadinya gelap, semerawut, angkot dan bus tidak teratur, kemudian menimbulkan kesan kawasan ini kurang aman karena tidak ada pos pelayanan polisi. Jadi semoga nanti bisa teratur dan aman," kata Tony.

Pos pengaduan kepolisian akan beroperasi penuh selama 24 jam. Sedangkan layanan lainnya untuk sementara hanya akan dibuka dua kali seminggu.

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Cilandak Laksanakan PTSP Goes To Mall

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Goes To Mall Serahkan 30 Izin Usaha Kecil Menengah

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kini Ada di Mal Puri Kembangan

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved