Ganjil Genap

Sistem Ganjil Genap Bukan Memanjakan Pemotor, Tapi Mengalihkan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengembangkan transportasi massal guna mengurangi beban jalan.

Sistem Ganjil Genap Bukan Memanjakan Pemotor, Tapi Mengalihkan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah pengendara terkena tilang saat memasuki area perluasan ganjil-genap di simpang Halim Baru, Jakarta Timur, Rabu (1/8/2018). (Foto arsip) 

WAKIL Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta sekaligus Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menyebut, rekayasa lalu lintas lewat sistem ganjil genap kembali diperpanjang pada tahun 2019.

Tujuannya bukan memanjakan pengendara kendaraan bermotor, tetapi mengalihkan untuk menggunakan angkutan umum.

Oleh karena itu evaluasi ditegaskannya akan terus dilakukan, mengingat pertumbuhan jumlah kendaraan sekaligus gaya hidup warga Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun, katanya, masih mengembangkan transportasi massal guna mengurangi beban jalan.

"Manajemen dan Rekayasa lalu lintas adalah suatu yang elastis dan dinamis. Perubahan perilaku masyarakat untuk lebih menggunakan angkutan umum sebagai dampak penerapannya kemarin adalah hal positif yang harus diperhatikan dan dijaga," jelas Sigit dihubungi pada Rabu (2/1/2019).

Terkait hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta mempercepat proses Jak Lingko atau sebelumnya bernama OK Otrip, sebagai layanan angkutan umum terintegrasi.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kebijakan tersebut adalah mendorong masyarakat pindah menggunakan angkutan umum.

"Karenanya dalam Pergub 155 tahun 2018 dinyatakan adanya monev per tiga bulan. Untuk melihat efektifitas penyelenggaraannya," jelasnya.

Seperti diketahui, Jak Lingko adalah program transportasi satu harga untuk satu kali perjalanan yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pemerintahan Anies Baswedan.

Program ini memungkinkan penumpang membayar hanya satu kali bayar sebesar Rp 5.000 (atau Rp 3.500 selama masa ujicoba) untuk kemudian menggunakan berbagai layanan bus kecil hingga Transjakarta selama 3 jam.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved