Asal Mula Kehadiran Hutan Bunga Matahari di Gang Makam Tangerang yang Hebohkan Warga

Dulu, sawah ini sepi, sudah seperti hutan. Ayah mulai bertani di lahan garapan ini menanam bibit bunga matahari.

Asal Mula Kehadiran Hutan Bunga Matahari di Gang Makam Tangerang yang Hebohkan Warga
Warta Kota
Lokasi hutan bunga matahari viral di media sosial. 
Lokasi hutan bunga matahari terletak di Gang Makam, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mendadak hebohkan warga.
Kehadirannya menjadikan lokasi hutan bunga matahari ini menjadi destinasi wisata baru.
Akhmad (40) pengelola hutan bunga matahari menceritakan asal mula tempat tersebut menjadi terkenal. Khususnya di kalangan kaum milenial.
"Awalnya, itu ayah saya yang tanam di sawah. Dulu, sawah ini sepi, sudah seperti hutan. Ayah mulai bertani di lahan garapan ini menanam bibit bunga matahari," ujar Akhmad saat dijumpai Warta Kota di Hutan Bunga Matahari, Pinang, Kota Tangerang, Rabu (2/1/2019).
Ada sekitar 3.500 bibit yang disemai.
Lahannya luasnya berkisar lebih dari 200 meter persegi.
"Dalam sebulan, ternyata sudah tumbuh pohon. Terus dirawat sama ayah saya," ucapnya. 
Lambat laun, pohon demi pohon ini mulai berbunga.
Menurut Akhmad, sebenarnya memang keluarganya sengaja bercocok tanam bunga matahari untuk dijual sebagai dekorasi.
"Dalam 4 bulan sudah panen. Kami memang niat jual ke daerah Rawa Belong, Jakarta. Dijadikan dekorasi bunga hias," kata lelaki berusia 40 tahun ini. 
Namun, ketika masa panen, ada warga sekitar yang memublikasikan lokasi ini ke jejaring media sosial, sehingga menjadi viral.
"Saya juga kaget sekarang-sekarang ini jadi banyak orang yang datang. Ya sudah, hutan bunga matahari dikelola sama keluarga dan juga warga jadi tempat wisata," ungkapnya.
Masyarakat tak harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memasuki area Hutan Bunga Matahari tersebut.
Tiket masuk hanya dibanderol Rp. 5.000 dibuka sedari pukul 08.00-18.00 WIB.
 
"Dari mana - mana juga pengunjung banyak yang datang. Ada yang dari Jakarta, Bekasi, Bogor, sama Depok," papar Akhmad. 
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved