Selama 2019 Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp 28 Triliun

PT Jamkrindo Syariah mengakhiri tahun 2018 dengan optimisme. Sebab itu, mereka menargetkan pertumbuhan volume penjaminan Rp 28 triliun

Selama 2019 Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp 28 Triliun
Warta Kota/Dody Hasanuddin
Direktur Utama Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo yang didampingi Direktur SDM, Keuangan, dan Umum, Endang Sri Winarni, memberikan bantuan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda senilai Rp 64,3 juta ke Dompet Dhuafa. 

WARTA KOTA , JAKARTA - PT Jamkrindo Syariah mengakhiri tahun 2018 dengan optimisme. Sebab itu, mereka menargetkan pertumbuhan volume penjaminan Rp 28 triliun atau tumbuh 35 persen.

Target tersebut ditetapkan berdasarkan kenaikan volume penjaminan pada tahun 2018 yang mencapai Rp 21,1 triliun dari Rp 11 triliun pada tahun 2017.

Kemudian imbal jasa naik Rp 293 miliar dari tahun 2017 sebesar Rp 155 miliar.

Kenaikan volume penjaminan juga membuat kenaikan jumlah debitur. Pada tahun 2018 jumlah debitor naik empat kali lipat dari tahun 2017.

Jumlahnya mencapai 475.325 debitur dari sebelumnya 129 debitur. Produk terbanyak yang diminati debitur salah satunya adalah pembiayaan multiguna.

Berikutnya adalah klaim seiring pertumbuhan yang dijalani hingga November 2018 sebanyak Rp 62 miliar. Sedangkan tahun lalu hanya Rp 9,2 miliar.

"Kenaikan volume penjaminan 94 persen. Lalu, imbal jasa tumbuh 89 persen, dan jumlah debitur naik 100 persen lebih. Laba kami Rp 21,54 triliun. Ini gambaran bahwa Jamkrindo Syariah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Indonesia, " kata Direktur Utama Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo, di Menteng, Jakarta, Senin (31/12/2018).

Gatot menyatakan bahwa capaian kinerja tersebut yang merupakan buah komitmen pemegang saham membuat Menteri BUMN, Rini Soemarno, menyetujui adanya penambahan modal Rp 300 miliar.

Penambahan modal itu dikucurkan secara bertahap. Pada tahun 2018 dikucurkan Rp 50 miliar dan awal tahun 2019 Rp 100 miliar. Sisanya di bulan-bulan berikutnya.

Gatot menjelaskan, upaya untuk memenuhi target pertumbuhan volume penjaminan 35 persen atau Rp 28 triliun dengan tetap memegang teguh pelayanan prima yang memuaskan.

Salah satunya pencairan klaim 14 hari dan tidak boleh lebih. Lalu, bekerja sama dengan mitra Jamkrindo Syariah dan dengan 21 perusahaan agen. Kemudian memperluas wilayah pelayanan.

Saat ini Jamkrindo Syariah sudah mempunyai jaringan layanan sebanyak satu kantor pusat yang berada di Jakarta, empat kantor cabang yaitu Medan, Bandung, Surabaya dan Palembang, serta sembilan kantor unit pelayanan yang terletak di Aceh, Lampung, Potianak, Semarang, Banjarmasin, Mataram, Balikpapan, Makasar dan Pekanbaru.

Perluasan kantor dilakukan di Bengkulu, Padang, dan Kepri. Total aset mencapai Rp 664 miliar. (DOD)

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved