Perlu Diketahui Arus Kendaraan Arah Puncak Dialihkan ke Sukabumi di Tahun Baru

Pengalihan penutupan jalur Puncak, Bogor, yang rencananya berlangsung Senin petang hingga Selasa (1/1/2019) pagi.

Perlu Diketahui Arus Kendaraan Arah Puncak Dialihkan ke Sukabumi di Tahun Baru
Kompas.com
Sejumlah kendaraan melintas di Simpang Gadog, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/1/2018). Jelang malam tahun baru, arus lalu lintas di jalur Puncak terpantau ramai lancar pada pagi ini. 

Menjelang malam Tahun Baru 2019, Polres Sukabumi Kota mengatur rekayasa lalu lintas di wilayah perkotaan Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018).

Rekayasa ini di antaranya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas dari pengalihan penutupan jalur Puncak, Bogor, yang rencananya berlangsung Senin petang hingga Selasa (1/1/2019) pagi.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sukabumi Kota AKP M Bima Gunawan mengatakan, kendaraan bermotor dari arah Jakarta atau Bogor dengan tujuan Cianjur dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan (Lingsel) di Cibolang, Cisaat.

Ilustrasi. Jalur Puncak sedang One Way Jakarta, Sabtu (21/7/2018).
Ilustrasi. Jalur Puncak sedang One Way Jakarta, Sabtu (21/7/2018). (Tribun Bogor)

Begitu juga, lanjut dia, kendaraan bermotor dari arah Cianjur dengan tujuan Bogor atau Jakarta dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan di persimpangan Jalan Selakaso, Cibeureum.

"Jadi, tak ada kendaraan menuju Cianjur atau sebaliknya yang masuk ke pusat perkotaan Kota Sukabumi," kata Bima kepada wartawan selesai apel Korps Rapor Kenaikan Pangkat di Bundaran Tugu Adipura, Senin (31/12/2018).

Bima menuturkan, untuk di wilayah pusat perkotaan Kota Sukabumi, beberapa ruas jalan juga mengalami pengalihan arus lalu lintas.

Arus kendaraan arah Puncak dialihkan saat pergantian tahun. Pengalihan lalu lintas dilaksanakan dengan melewati jalur Sukabumi.
Arus kendaraan arah Puncak dialihkan saat pergantian tahun. Pengalihan lalu lintas dilaksanakan dengan melewati jalur Sukabumi. (Kompas.com)

Selain itu, ia mengatakan ada juga ruas jalan yang akan ditutup untuk semua jenis kendaraan.

"Rekayasa lalu lintas ini dilakukan secara insidentil saat terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dan volume kendaraan," kata dia.

Menurut dia, di pusat Kota Sukabumi akan ditempatkan anggota di 27 titik dalam mengatur rekayasa lalu lintas.

Semua anggota bertugas mengatur arus lalu lintas pada jam-jam padat kendaraan.

"Kami mengimbau kepada para pengendara, jangan lupa tetap melengkapi dengan perlengkapan kendaraan, baik surat-surat maupun helm guna menghindari kecelakaan," imbau Bima. (Kontributor Sukabumi, Budiyanto)

Tautan asal

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved