Kopi Beracun

Kasus Kopi Beracun - Otto Hasibuan Bersedih PK Jessica Kumala Wongso Ditolak MA

Mantan pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan bersedih setelah mengetahui peninjauan kembali (PK) yang diajukan Jessica kepada Mahkamah Agung

Kasus Kopi Beracun - Otto Hasibuan Bersedih PK Jessica Kumala Wongso Ditolak MA
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Jessica Kumala Wongso usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016). Hakim memberikan vonis 20 tahun penjara karena Jessica dianggap bersalah dan memenuhi unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana. (Foto arsip) 

MANTAN pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan bersedih setelah mengetahui peninjauan kembali (PK) yang diajukan Jessica kepada Mahkamah Agung (MA) ditolak.

Otto mengaku Jessica memilih jasa pengacara lain guna mengajukan PK dengan Perkara Nomor 69 PK/PID/2018 itu.

"Saya pada waktu itu (saat Jessica pilih oengacara lain), ya biasalah mungkin pernah di tiga tingkat ya kurang berhasil, dia punya pengacara yang lain," ungkap Otto saat dikonfirmasi, Senin (31/12).

Sejak saat itu, Otto tak lagi menangani kasus pembunuhan berencana yang menyeret Jessica dengan korban temannya sendiri, yakni Wayan Mirna Salihin.

"Yang mengajukan PK itu kebetulan bukan saya lagi, (tapi) pengacara yang lain. Iya, di PK-nya kebetulan bukan saya," ujarnya.

Otto mengaku bersedih lantaran PK yang diajukan mantan kliennya ditolak oleh MA.

"Tapi dengar ini ya sedih juga ya. Ya saya sedih. Meskipun bukan saya yang nanganin di PK-nya, tapi saya sedih," ungkap Otto.

Ia masih berkeyakinan bahwa kliennya tak terbukti membunuh Mirna lantaran tak ada satu pun CCTV yang memperlihatkan bahwa Jessica menuangkan racun sianida di minuman yang menyebabkan Mirna tewas.

"Saya tetap masih, keyakinan saya tetap. Ya itu putusan hakim harus saya hargai," tuturnya.

Upaya guna meringankan hukuman dilakukan Jessica sejak divonis 20 tahun penjara pada 2016 lalu. Jessica diketahui sempat mengajukan permohonan banding.

Tapi Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan putusan PN Jakpus Nomor 777/Pid.B/2016/PN.Jkt.Pst pada 27 Oktober 2016.

Upaya kasasi diajukan Jessica, tapi tetap ditolak MA pada 21 Juni 2017.

Hingga kemudian Jessica memilih jasa pengacara lain dan PK yang diajukan kembali ditolak MA. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved