Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda Telan 437 Jiwa dan Puluhan Ribu Warga Jadi Pengungsi

Dari 20.726 pengungsi, sekitar 10.000 orang mengungsi karena rumahnya rusak. Sisanya, sekitar 10.726 orang yang mengungsi akibat trauma.

Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda Telan 437 Jiwa dan Puluhan Ribu Warga Jadi Pengungsi
Twitter
Tsunami Selat Sunda telan korban jiwa, harta benda, dan puluhan ribu orang mengungsi. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya harus segera memulangkan lebih dari 10.000 pengungsi di Kabupaten Pandeglang, Banten, pasca-tsunami terjadi di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018).

Jumlah korban jiwa terhitung fantastis karena mencapai 437 nyawa melayang, puluhan ribu rumah rusak, belum terhitung sejumlah kendaraan roda empat hancur, dan sebagainya.

Menurut Sutopo, dari sejumlah 20.726 pengungsi, sekitar 10.000 orang mengungsi karena rumahnya rusak.

Sisanya, ada sekitar 10.726 orang yang mengungsi akibat trauma.

"Pengungsi yang trauma, bukan rumah rusak tadi, diharapkan akan dikembalikan ke rumahnya. Sementara pengungsi yang rumah rusak berat akan dibangunkan hunian sementara," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).

Pemulangan pengungsi ke rumah masing-masing harus segera dilakukan lantaran sekolah-sekolah yang dijadikan tempat pengungsian akan segera digunakan kembali untuk aktivitas belajar mengajar.

Menurut Sutopo, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2018-2019 akan dimulai 7 Januari 2019. Selain itu, saat ini aktivitas gunung anak krakatau sudah menurun.

Sehingga, kemungkinan kondisi di sekitar wilayah terdampak tsunami sudah aman.

"Kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, volume (erupsi)-nya berkurang, sehingga pengungsi, masyarakat yang trauma tadi dapat kembali ke rumahnya," ujar Sutopo.

Sebelumnya, Kapolda Provinsi Banten juga telah meminta Kepala BMKG melakukan evaluasi terhadap jarak aman masyarakat dari potensi tsunami.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved