Tuntut Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Ratusan Warga Miskin Depok Geruduk Balai Kota

Warga miskin Kota Depok tuntut penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan warga miskin di Depok yang kini tercatat sekitar Rp 94 Miliar.

Tuntut Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Ratusan Warga Miskin Depok Geruduk Balai Kota
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga miskin bersama relawan DKR berunjuk rasa di Balai Kota Depok, Kamis (27/12/2018) siang, tuntut hapus tunggakan BPJS kesehatan warga Depok. 

Ratusan warga miskin Kota Depok bersama relawan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok menggeruduk gedung Balai Kota Depok, Kamis (27/12/2018) siang.

Mereka menuntut sejumlah hal terkait layanan kesehatan bagi warga miskin di Depok.

Diantaranya adalah penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan warga miskin di Depok yang kini tercatat sekitar Rp 94 Miliar.

Sebab dengan tercatat masih menunggak, maka mereka terancam dan rawan tidak mendapatkan layanan kesehatan gratis dari puskesmas dan rumah sakit di Depok, jika sewaktu-waktu mereka sakit.

Para warga miskin dan relawan DKR Depok yang berunjuk rasa di depan gedung Balai Kota Depok membawa sejumlah poster dan spanduk berisi jaminan layanan kesehatan gratis bagi warga miskin di Depok.

Mereka juga berorasi dengan meminta Pemkot Depok mengatasi masalah ini dengan memenuhi tuntutan mereka.

Ketua DKR Depok, Roy Pangharapan selaku kordinator aksi menjelaskan ada lima poin utama tuntutan mereka ke Pemkot Depok dalam aksi kali ini.

Yakni mewujudkan berobat gratis cukup dengan menunjukkan e-KTP warga Depok, segera daftarkan JKN-KIS penerima bantuan iuran (PBI) bagi semua warga Kota Depok, hapus tunggakan peserta BPJS Kesehatan warga Depok, stop penonktifan sepihak peserta KIS PBI, serta tindak tegas rumah sakit yang mempersulit pasien jaminan/ KIS dengan membuat posko pengaduan.

"Selama beberapa bulan ini, banyak warga miskin di Depok ditolak berobat di rumah sakit atau puskesmas karena menunggak iuran BPJS selama lima hingga delapan bulan. Kami tidak mau ini terjadi lagi di Depok, dan Pemkot Depok harus turun tangan serta jangan diam saja melihat kesusahan warganya," kata Roy.

Perwakilan massa yang berunjuk rasa berjumlah 10 orang akhirnya diminta masuk untuk bertemu dengan perwakilan Pemkot Depok.

Mereka ditemui oleh Fikrotul Ulya selaku Kepala Pelaksana Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, serta Devi Mayori dari Dinsos Depok.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved