Terancam Ditolak DPRD DKI Jadi Wagub, Ahmad Syaikhu: Ikuti Alurnya Saja

Ia menilai DPRD yang menolak dirinya dan Agung Yulianto belum melihat kiprahnya.

Terancam Ditolak DPRD DKI Jadi Wagub, Ahmad Syaikhu: Ikuti Alurnya Saja
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Ahmad Syaikhu di Ruang Asyikpreuner Bekasi, Kamis, (20/9/2018) sore. 

Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta menolak pencalonan dua kandidat wakil gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yaitu mantan Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu dan pengusaha Agung Yulianto.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Syaikhu mengaku hanya mengikuti alur dan proses kedepannya.

"Saya sebagai kandidat ikut aja, mau ada fit and proper test atau apa, ya kita ikut flow alurnya saja," Ahmad Syaikhu kepada Wartawan di Bekasi, Kamis (27/12/2018).

Syaikhu juga menanggapi adanya sejumlah anggota DPRD yang tidak mengenal sosok dirinya sebagai politisi tidak gaul.

"(Ada yang tidak kenal Ahmad Syaikhu?). Ya mungkin bisa jadi politisinya enggak gaul atau apa namanya, kalau misalnya engga kenal kan bisa searching di web, google, saya kira kalau mau searching di google aja sudah banyak keluar nama saya atau nama pak Agung," ujarnya.

Ia menilai DPRD yang menolak dirinya dan Agung Yulianto belum melihat kiprahnya.

"Mungkin belum lihat kiprah saya saja gitu, mungkin kalau dia mau berusaha lah sedikit, saya pikir googling itu banyak. Baik di youtube atau pun di medsos atau di tulisan-tulisan di media saya kira banyak," ungkapnya.

Ia juga menyerahkan proses pemilihan dan penetapan Wakil Gubernur DKI Jakarta kepada PKS, Gerindra dan DPRD.

"Kalau masalah pencalonan saya kira sudah terselesaikan antara PKS dan Gerindra, dan sudah diputuskan saya dan pak Agung. Tahap berikutnya ini kan saat memasuki surat ke pimpinan DPRD. Nah ini nanti akan kita selesaikan," jelasnya.

Ia mengungkapkan akan menemui anggota DPRD DKI Jakarta yang tidak mengenal dirinya.

"Ya nanti tahap berikutnya setelah proses politik ini selesai, atau setelah penetapan satu nama baru kita lanjutkan dengan proses di fraksi-fraksi DPRD. Kalau sekarang enggak efektif juga, kan belum selesai ini siapa nanti yang majunya. Kalau saya enggak maju atau enggak dimajukan ya buat apa juga melobi fraksi," jelasnya.

Ia menganggap wajar proses pemilihan wagub dinilai alot.

"Wajar, karena ya sebetulnya sih enggak ada batasan soal waktu, artinya UUD tidak membatasi sampai kapan sehingga sulit mau diukur normal atau engga. Ukurannya tergantung kalau kita bandingkan dengan Provinsi Sulawesi Tengah sampai sekarang sudah dua tahun tidak punya wakil bahkan sampai akhir masa jabatan itu juga enggak ada apa-apa karena memang proses politiknya enggak selesai. Jaman Djarot bisa cepat isi wagub DKI ya karena proses politiknya selesai," paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved