Lomba Pidato dan Kebaya akan Dijadikan Ajang Tahunan

Pengurus Pusat Perempuan Partai Berkarya berencana untuk menjadikan acara tersebut sebagai salah satu agenda tahunan.

Lomba Pidato dan Kebaya akan Dijadikan Ajang Tahunan
Warta Kota/Istimewa
Mereka dinilai oleh tiga orang dewan juri yang ahli dalam bidang fashion. 

Dalam rangka memeringati Hari Ibu, Pengurus Pusat Perempuan Partai Berkarya menggelar lomba pidato dan kebaya nusantara di kantor DPP Partai Berkarya, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (23/12/2018).

Acara bertajuk 'Super Mom Jaman Now' tersebut diikuti oleh puluhan ibu-ibu yang berasal dari kader dan calon anggota legislatif (Caleg) Partai Berkarya untuk DPRD maupun DPR RI.

Acara bertajuk 'Super Mom Jaman Now' tersebut diikuti oleh puluhan ibu-ibu yang berasal dari kader dan calon anggota legislatif (caleg) Partai Berkarya untuk DPRD maupun DPR RI. 

Para peserta masing-masing lomba dinilai oleh tiga orang dewan juri yang ahli dalam bidang fashion, tata rias, dan busana.

"Tema super mom jaman now itu dapat diartikan, bagaimana kami perempuan atau ibu-ibu ini mengikuti perkembangan zaman dan teknologi tanpa melupakan hakikat sebagai seorang ibu dan warga negara yang bertugas melestarikan kebudayaan," tutur Ishana Adriana sebagai Ketua Panitia penyelenggara.

Lomba pidato dipilih sebagai wadah untuk menilai dan mengevaluasi tingkat kemampuan para kader terutama caleg perempuan Partai Berkarya dalam berorasi dan berkomunikasi dengan masyarakat.

Sedangkan lomba kebaya nusantara merupakan bagian dari upaya Perempuan Partai Berkarya dalam melestarikan budaya Indonesia yang rawan terkikis oleh kemajuan zaman.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perempuan Partai Berkarya, Tintin Hendrayani mengatakan bahwa walaupun dengan persiapan yang tergolong singkat yakni satu minggu, para kader dan caleg sangat antusias dalam mengikuti rangkaian perlombaan.

Hal ini terbukti dari jumlah peserta lomba pidato yang mencapai 19 orang dan lomba kebaya nusantara yang diikuti oleh 17 peserta.

"Lomba pidato ini bertujuan untuk mengasah dan mengevaluasi kemampuan kader dan caleg perempuan Partai Berkarya dalam berorasi terutama saat terjun bersosialisasi dengan masyarakat. Bagi yang kurang baik, akan kami latih lagi. Sehingga ketika mereka ke lapangan itu benar-benar dalam keadaan siap, komunikasinya bagus. Kalau lomba kebaya nusantara tujuannya tentu sebagai salah satu upaya kami Perempuan Partai Berkarya untuk ikut melestarikan kebudayaan Indonesia yang rawan terkikis oleh kemajuan zaman," ujar Tintin Hendrayani.

Ke depannya, Pengurus Pusat Perempuan Partai Berkarya berencana untuk menjadikan acara tersebut sebagai salah satu agenda tahunan.

Jika saat ini hanya diikuti oleh kader dan caleg perempuan se-jabodetabek, maka tidak tertutup kemungkinan pada tahun depan digelar dalam skala nasional.

"Bagi kami, para ibu yang penting bukan hadiahnya tapi makna yang terkandung di dalamnya. Dengan acara perlombaan seperti ini mudah-mudahan dapat memacu semangat dan memotivasi kaum ibu untuk terus berkarya," ucap Tintin Hendrayani.

Tidak ketinggalan dalam acara ini, hadir pula Priyo Budi Santoso selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya. Ia mengapresiasi segala bentuk kegiatan positif yang dilakukan oleh organisasi sayap Partai Berkarya.

"Mudah-mudahan ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul tapi menjadi sarana bersilaturrahmi, menambah wawasan dan relasi sehingga Partai Berkarya makin hari makin besar dengan kader dan caleg yang berkualitas," kata Priyo Budi Santoso.

Selain itu, Ketua Umum Hasta Mahardika Soehartonesia (HMS), Giyanto H Prayitno sengaja menggerakkan anggotanya untuk ikut memeriahkan acara tersebut. Dukungan semangat yang diberikan untuk Perempuan Partai Berkarya diharapkan mampu menambah kepercayaan diri mereka.

"Sebagai kader dan caleg Partai Berkarya, ibu-ibu ini harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sehingga, pesan yang diterima dan yang akan disampaikan kepada masyarakat dapat dimengerti dengan baik. Intinya supaya mental mereka terlatih. Cara berpakaian dan cara berkomunikasi itu sangat penting. Jadi, saya pikir lomba pidato dan lomba busana adalah pilihan yang tepat untuk melatihnya," ujar Giyanto H Prayitno.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved