Bantu Ungkap Kasus Pembuangan Bayi, Anggota Pokdar Kamtibmas Kelapa Gading Ini Diganjar Penghargaan

Ayu, demikian biasa disapa, mendapat piagam penghargaan dari Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Silitonga.

Bantu Ungkap Kasus Pembuangan Bayi, Anggota Pokdar Kamtibmas Kelapa Gading Ini Diganjar Penghargaan
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Sri Rahayu mendapat piagam penghargaan dari Kapolsek Kelapa Gading Martua Silitonga 

HARI Ibu tahun ini mungkin menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Sri Rahayu (41), petugas keamanan di lingkungan RW 12 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ayu, demikian biasa disapa, mendapat piagam penghargaan dari Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Silitonga. Ayu dianggap berperan aktif membantu proses pengungkapan kasus penemuan bayi.

Aura bangga sekaligus bahagia terpancar jelas dari wajah Ayu ketika menerima langsung piagam penghargaan tersebut. Senyumnya mengembang saat momen bersejarah itu diabadikan.

La Nyalla Mattalitti Siap Lehernya Dipotong Jika Prabowo Menang di Madura

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Silitonga mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peran Ayu dalam mengungkap kasus penemuan bayi di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Sri Rahayu, anggota pokdar kamtibmas Kelapa Gading berperan aktif dalam membantu pengungkapan kasus penemuan bayi yang terjadi,” kata Martua, di halaman Gereja Kim Tae Gon, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (22/12/2018).

Ayu pun mengaku bangga dengan piagam penghargaan yang diberikan kepadanya. Namun demikian, ada sisi lain yang membuatnya sedih ketika mengetahui seorang ibu tega membuang darah dagingnya sendiri.

La Nyalla Mattalitti Akui Fitnah Jokowi PKI dan Cina, Juga Sebarkan Tabloid Obor

“Gimana ya? Satu senang, bangga, tapi kedua ya saya sedih karena ada seorang ibu buang bayi. Itu gimana ya? Waktu itu pas diinvestigasi saya sampai nangis, saya enggak tega,” ucap ibu tiga anak tersebut.

Belakangan pelaku bernama Erma itu tega membuang bayi dalam keadaan hidup karena hubungannya dengan sang kekasih tidak direstui. Sementara, dirinya sudah terlanjur hamil saat bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Dia tulang punggung keluarga, anaknya juga masih kecil-kecil di kampung, ada tiga, ditinggal suaminya, empat tahun ditinggal. Pacaran, hamil, tidak direstui orangtua, lalu pergi jadi asisten rumah tangga,” ungkapnya.

Setelah Dibakar Massa, Mapolsek Ciracas Kini Ditutupi Tripleks

Peristiwa penemuan bayi tersebut terjadi di depan sebuah rumah di Jalan Kelapa Lilin Timur Blok NI 1 RT 29/RW 12, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Rabu (28/11/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.

Ketika itu bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan pertama kali oleh anak pemilik rumah. Bayi yang ditemukan dalam keadaan hidup itu sempat menjalani perawatan di sebuah klinik. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved