Pilpres 2019

Fahri Hamzah: Presiden Indonesia Harus Gabungan Soekarno dan Soeharto

Antara Prabowo Subianto dan Jokowi, tinggal diukur mana yang lebih mirip baik, dari segi penampilan maupun pemikirannya.

Fahri Hamzah: Presiden Indonesia Harus Gabungan Soekarno dan Soeharto
Fahri Hamzah. (Foto: Instagram @fahrihamzah) 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah berpendapat, Presiden Indonesia ke depan harus memiliki kemampuan seperti Presiden pertama RI Soekarno, dan Presiden kedua Soeharto.

"Sebetulnya kalau menurut saya dalam sekarang ini presiden Indonesia gabungan dari Soekarno dan Soeharto," kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Presiden, menurutnya, harus memiliki kemampuan pidato yang baik seperti Soekarno, karena sekarang ini Indonesia sedang mengalami kekacauan naratif. Namun, presiden juga harus memiliki kemampuan manajemen yang baik seperti Soeharto.

Priyo Budi Santoso: Prabowo Reinkarnasi Bung Karno dan Pak Harto

"Dua duanya harus digabung sekarang ini, saya kira gitu," ujarnya.

Soal polemik apakah Prabowo Subianto atau Jokowi yang mirip atau merupakan titisan Soekarno, menurut Fahri Hamzah tinggal dibandingkan saja. Antara Prabowo Subianto dan Jokowi, tinggal diukur mana yang lebih mirip baik, dari segi penampilan maupun pemikirannya.

"Mungkin begini saja, lebih baik diadu aja standarnya Bung Karno seperti apa, narasinya, pidatonya, dan sebagainya termasuk soal keluarga, kalau mau diadu gitu ya. kemudian bandingkan dengan Pak Jokowi pidatonya, posturnya, dan lain lain lah, adu aja," paparnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved