News

Kasus Narkotika dan Miras di Kabupaten Bekasi Alami Peningkatan

Jumlah pelaku pun pada tahun 2017 dari 178 menjadi 207 pelaku pada tahun 2018.

Kasus Narkotika dan Miras di Kabupaten Bekasi Alami Peningkatan
Warta Kota
Pemusnahan puluhan ribu barang bukti minuman keras, narkotika dan obat keras yang dilakukan Polres Metro Bekasi, Kamis (20/12/2018). 

WARTAKOTA, BEKASI----- Kasus narkotika dan minuman keras (miras) mengalami peningkatan pada tahun 2018 dibandingkan tahun lalu.

Pemusnahan puluhan ribu barang bukti minuman keras, narkotika dan obat keras yang dilakukan Polres Metro Bekasi, Kamis (20/12/2018).
Pemusnahan puluhan ribu barang bukti minuman keras, narkotika dan obat keras yang dilakukan Polres Metro Bekasi, Kamis (20/12/2018). (Warta Kota)

Kapolres Metro Bekasi, Candra Sukma Kumara mengatakan tahun 2017 lalu, ada 190 kusus mengalami peningkatan menjadi 197 kasus. Jumlah pelaku pun pada tahun 2017 dari 178 menjadi 207 pelaku pada tahun 2018.

Untuk miras, lanjut Candra pada 2017 melakukan pemusnahan sekitar 11 ribu dan untuk tahun ini 13.469 botol.

"Kasus mengalami tren, terutama narkotika dan miras. Kita akui karena wilayah Bekasi jadi penyanggah ibu kota DKI Jakarta," katanya, di Mapolrestro Bekasi, Kamis (20/12/2018).

Untuk miras oplosan, kata Candra pihaknya sudah menutup ruang gerak penjualan miras oplosan tersebut.

"Di wilayah kami tidak ada pabrik miras, jadi memang dari luar Bekasi dipasarkan ke warung-warung jamu, itu juga mereka transaksinya tidak terbuka dibawah meja, hanya jual ke yang kenal dan langganan," ucapnya.

Ketatnya pengawasan yang dilakukan soal miras oplosan membuat sejumlah warga nekad meracik sendiri miras tersebut, seperti kasus dua remaja yang tewas akibat minum miras racikan sendiri.

"Kita tegas kepada penjual miras oplosan ini, tiap hari tim seluruh Polsek selalu mantau dan patroli. Jadi penjual miras tidak ada ruang. Ya itu jadinya seperti di Tambun remaja racik sendiri yang akibatnya sangat fatal," ucapnya.

Untuk miras ini, lanjut Candra dibutuhkan upaya bersama jajaran pimpinan di Kabupaten Bekasi maupun tokoh masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pengawasan.

"Jadi harus benar-benar kenali lingkungan, awasi adik-adik atau remaja ini. Persoalan ini kan menjadi tugas bersama. Laporan semua kegiatan mencurigakan dilingkungan masing-masing," paparnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved